Komunitas 1001 Buku, 'Memulung' Buku sambil Menyebarkan Ilmu

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 11 Januari 2020 | 09:47 WIB
Komunitas 1001 Buku, 'Memulung' Buku sambil Menyebarkan Ilmu
Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)

Suara.com - Sebuah komunitas yang mengumpulkan buku untuk kemudian mendistribusikannya ke ratusan taman baca independen di seluruh Indonesia berdiri pada 2002 lalu.

Diberi nama Komunitas 1001 Buku, komunitas ini awalnya didirikan oleh Ida Sitompul, Santi Soekanto, dan Upik Djalins pada 2002, namun baru benar-benar dirilis secara umum pada 10 Januari 2003.

Tepat hari ini, Sabtu (11/1/2020), Komunitas 1001 Buku menginjak usia 18 tahun dengan jumlah anggota pengurus yang tak lebih dari 10 orang.

Suara.com berkesempatan mewawancarai Ketua Komunitas 1001 Buku, Amma Erithia pada Jumat (10/1/2020).

Anak-anak di Taman Bacaan Independen yang menjadi jaringan dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)
Anak-anak di Taman Bacaan Independen yang menjadi jaringan dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)

Kata Amma, ia dan kawan-kawan relawan di komunitas kerap berseloroh bahwa mereka tak ubahnya para 'pemulung buku'.

"Kami mengumpulkan buku-buku dari berbagai pihak seperti perusahaan, perorangan, dan disortir untuk kemudian disitribusikan ke taman baca jaringan," katanya via sambungan telepon.

Buku yang menjadi prioritas adalah buku bacaan anak dan buku ilmu pengetahuan, tapi seiring berjalannya waktu, kebutuhan jenis buku juga semakin luas.

Dari anak-anak hingga dewasa ada di Taman Baca Independen yang menjadi jaringan dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)
Dari anak-anak hingga dewasa ada di Taman Baca Independen yang menjadi jaringan dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)

"Kami awalnya lebih prioritas buku anak dan ilmu pengetahuan. Tapi kemudian lebih bervariasi lagi ada yang minta buku keterampilan, buku motivasi diri," tambahnya.

Sistem donasi buku biasanya dilakukan terpusat. Calon donator cukup mengirimkan buku yang hendak mereka sumbangkan ke alamat organisasi di Jalan Kemuning, Nomor 3, Utan Kayu, Jakarta Timur.

"Kalau dari perusahan biasa mereka kasih dalam bentuk uang cash lalu kami belikan buku," imbuhnya.

Anak-anak sedang membaca berbagai buku dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)
Anak-anak sedang membaca berbagai buku dari Komunitas 1001 Buku. (Instagram/@1001buku)

Sampai saat ini, ada sekitar 800 taman baca jaringan yang tersebar mulai dari Pulau Jawa, Sematera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku hingga Nusa Tenggara.

Setiap bulan, Amma bercerita, Komunitas 1001 Buku biasa mengirim buku dengan jumlah 100 sampai 150 kepada sekitar 25 taman baca secara bergilir.

Jadi, bisa dipastikan sudah ribuan bahkan ratusan ribu buku tertampung di komunitas 1011 Buku, lalu tersebar ke seluruh Indonesia.

Untuk bisa berpartisipasi di Komunitas 1001 Buku, entah sebagai donatur atau relawan, kamu hanya perlu mengikuti aktifitas mereka melalui media sosial Instagram, Twitter dan Facebook @1001buku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Buku Sekolah Elektronik

Misteri Buku Sekolah Elektronik

Your Say | Selasa, 07 Januari 2020 | 17:02 WIB

Bereskan Tumpukan Mobil, Ini Karya Komunitas Otomotif

Bereskan Tumpukan Mobil, Ini Karya Komunitas Otomotif

Otomotif | Sabtu, 04 Januari 2020 | 13:00 WIB

NH Dini Bicara Kehidupan sebelum Dijemput Ajal lewat Gunung Ungaran

NH Dini Bicara Kehidupan sebelum Dijemput Ajal lewat Gunung Ungaran

Lifestyle | Sabtu, 04 Januari 2020 | 09:36 WIB

Terkini

Bye-Bye Skincare Berlapis! Ini Rahasia Teknologi Sylfirm X untuk Kulit Glass Skin ala Korea

Bye-Bye Skincare Berlapis! Ini Rahasia Teknologi Sylfirm X untuk Kulit Glass Skin ala Korea

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 19:21 WIB

Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar Menurut Dokter

Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 18:53 WIB

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:31 WIB

IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:30 WIB

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:25 WIB

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:03 WIB

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar  di Usia Matang

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar di Usia Matang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:35 WIB

Kenapa Transisi Energi Kini Jadi Isu Penting bagi Masa Depan Indonesia

Kenapa Transisi Energi Kini Jadi Isu Penting bagi Masa Depan Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 15:25 WIB