Simak 4 Tips Menulis Buku Agar Dilirik Penerbit

Rabu, 29 Januari 2020 | 10:24 WIB
Simak 4 Tips Menulis Buku Agar Dilirik Penerbit
Ilustrasi menulis buku. (Shutterstock)

Suara.com - 'Menulis adalah bekerja untuk keabadian', begitu ungkapan dari penulis ternama Pramoedya Ananta Toer. Ya, dengan menulis, kita seolah menyimpannya dalam album kenangan yang suatu saat bisa dibuka kembali untuk bernostalgia.

Sudah menulis, lalu bagaimana cara menerbitkannya menjadi sebuah buku dan karya? Semua penulis tahu, tak mudah membuat penerbit mau melirik hasil karya pemula.

Tapi jangan menyerah. Ada bocoran langsung dari pihak penerbit supaya hasil karya kamu dilirik. Ida Bagus Kade Syumanjaya selaku Elex Fiction and Non Books Manager dari penerbit PT Elex Media Komputindo, menjelaskannya di bawah ini.

1. Jalan-jalan ke toko buku

Setiap karya seni, seperti buku, pastilah memiliki pasarnya masing-masing. Tapi, kamu pasti ingin hasil karyamu, atau buku yang kamu tulis, bisa berimbas pada banyak orang. Nah, mulailah dengan melakukan riset.

Menurut Syumanjaya, lewat riset di toko buku, kita bisa mendapat ide-ide kreatif, misalnya cerita apa yang sedang hits, atau penulis dan buku dengan jalan cerita seperti apa yang memiliki banyak peminat.

"Kalau untuk penulis baru, banyak-banyaklah melihat di toko buku, ide apa yang best seller," ujar Syumanjaya beberapa waktu lalu.

2. Riset di media online

Mungkin banyak yang menganggap jika platform digital itu musuh bagi buku cetak. Padahal tidak juga, lho. Bahkan sekarang, penerbit tempat Syumanjaya bekerja suka melihat respons pembaca di media online.

Baca Juga: Artis Nulis Buku, Jaminan Laris? Ini Kata Penerbit

Misalnya, si penulis bisa membagikan potongan tulisannya di media online seperti wattpad, line today, hipwee, dan sebagainya. Lalu, jika respon pembacanya bagus, maka akan bagus juga penilaian penerbit yang memperbesar peluang karya kamu untuk dilirik dan diterbitkan oleh mereka.

3. Kembangkan passion

Mungkin ini jadi hal yang paling penting dan vital. Passion penulis itu seumpama bahan baku, jika ini tidak ada, maka tulisan juga tidak akan ada. Jadi, cari ide atau tema penulisan yang membuatmu enjoy, apa hal yang menggelitik dan hal yang kamu sukai untuk diceritakan. Karena cerita yang bagus adalah cerita yang berasal dari hati.

"Tapi yang paling penting, penulis punya passion sendiri. Dia mau bikin apa, mungkin dia jagonya apa. Kalau misalnya mungkin novel, dia nggak mungkin bikin komik. Atau, ya sudah, bikin puisi. Tinggal melihat kalau puisi modelnya seperti apa," jelas Syumanjaya.

4. Model cetakan seperti apa

Selayaknya cinta 'dari mata turun ke hati', begitu juga dengan buku. Penulis harus tahu seperti apa bukunya nanti akan ditampilkan, yang akan menarik minat baca dari para pembelinya. Ada buku yang kemasannya bagus atau instagramble untuk di masukkan ke media sosial, atau ada juga yang menguatkan sinopsis atau teaser jalan cerita yang menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI