Karyanya Diapresiasi Susi, Maggie Berharap Isu Lingkungan Diperhatikan

Silfa Humairah Utami | Frieda Isyana Putri
Karyanya Diapresiasi Susi, Maggie Berharap Isu Lingkungan Diperhatikan
Tampil di New York Fashion Week, 2Madison Avenue kampanyekan isu lingkungan. Wajah Susi Pudjiastuti di koleksi Liga. (Suara.com/Frieda Isyana)

Maggie gunakan fashion bisa menjadi salah satu sarana untuk mengangkat sebuah isu

Suara.com - Karyanya Diapresiasi Susi, Maggie Berharap Isu Lingkungan Diperhatikan

Desainer asal Indonesia, Maggie Hutauruk-Eddy sukses membawakan isu lingkungan dalam labelnya 2Madison Avenue. Koleksi bertajuk 'Liga' tersebut juga mendapatkan apresiasi dari mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti lewat akun media sosialnya.

"Terimakasih & Selamat Maggy Hutauruk yg telah membawa nama Indonesia di kancah International. Mari kita jaga lingkungan kita," tulis Susi di akun resmi Twitter-nya, @SusiPudjiastuti, seperti dikutip pada Selasa (18/2/2020).

Susi di akun resmi Twitter-nya, @SusiPudjiastuti, seperti dikutip pada Selasa (18/2/2020).
Susi di akun resmi Twitter-nya, @SusiPudjiastuti, seperti dikutip pada Selasa (18/2/2020).

Maggie mengaku kaget menemui Susi mengunggah berita tentang dirinya dan memberikan apresiasi. Terlebih lagi karena Maggie menggunakan ilustrasi wajah Susi di salah satu koleksinya di NYFW atas kiprahnya dalam menjaga keseimbangan alam terutama di laut Indonesia.

"Kupikir seharusnya pemimpin berlaku seperti itu. Itu yang kita butuhkan. Kan kayak 'Aku senang dengan apa yang kamu lakukan'. Lebih banyak pemimpin atau publik figur yang mengapresiasi, orang akan semakin senang berkarya kan? Bu Susi itu memang orangnya terbuka dan dia bisa menghargai apa yang kita lakukan," ujar Maggie saat ditemui di Hotel Intercontinental Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Dengan membawa isu lingkungan dalam koleksinya, besar harapan Maggie agar isu ini semakin diperhatikan. Ia juga berusaha untuk mengurangi limbah dalam produksinya, seperti misalnya meminimalisir penggunaan cat untuk mencetak desainnya dan sisa kain yang akan dibagikan pada penjahit-penjahit yang membutuhkan.

"Ini bukan sisi politik, bukan sisi agama, bukan sisi apa, hanya tentang tempat kita hidup. Tapi memang masalah banget, lho, kalau memang melihat kayak di Instagram, ya itu isinya foto-foto lautan kita isinya apa coba? Sampah. Bukan isi perut ikan, (tapi) plastik. Dan penghasil sampah terbanyak salah satunya ya Indonesia," lanjutnya lagi.

Pendapat Maggie diperkuat oleh paparan Dr Nur Arif, seorang penulis, peneliti, dan pemerhati lingkungan hidup. Ia mengaku cukup terkejut bahwa kini fashion bisa menjadi salah satu sarana untuk mengangkat sebuah isu, terutama soal isu lingkungan, seperti pada karya-karya Maggie.

Ia juga memaparkan betapa kritisnya kondisi alam saat ini, karena sebenarnya pencemaran bukanlah satu-satunya perusak lingkungan, melainkan ledakan penduduk. Selain itu, ada juga krisis air.

"Permasalahan terbesar adalah plastik, mikroplastik dan yang tercemar adalah laut, kita makan dari laut. Mari kita sama-sama dorong agar tema ini jadi tema sentral. Mari kita keroyok bareng-bareng tema ini," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS