Pesan Haru dari Ibu Pasien Covid-19 Termuda di Singapura

Vania Rossa | Lilis Varwati
Pesan Haru dari Ibu Pasien Covid-19 Termuda di Singapura
Ilustrasi bayi menangis. [Shutterstock]

Ibu ini mengingatkan orangtua lain agar bersyukur dan tidak membiarkan anak-anak ke luar rumah.

Suara.com - Ibu pasien Covid-19 termuda di Singapura menyampaikan pesan haru dengan membagikan foto anaknya yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam sebuah postingan di media sosial pada Minggu (5/4), Ryanlizana Celine Ng-Chan menuliskan bahwa putrinya adalah kasus Covid-19 nomor 759.

Anak perempuannya yang baru berusia satu tahun itu didiagnosis menderita Covid-19 pada tanggal 27 Maret. Menurut dokumen Kementerian Kesehatan, mereka baru melakukan perjalanan ke Inggris dan Prancis.

Dalam postingannya di Facebook, Ng-Chan menulis, "Membaca banyak orangtua mengeluh karena harus menghabiskan sebulan penuh dengan anak-anak mereka, rasanya ingin meletakkan selotip di mulut mereka".

"Bersyukurlah anakmu tidak terbatas pada 4 dinding di rumah sakit." tulis Ng-Chan seperti diberitakan laman Asia One.

Ng-Chan berharap foto putrinya yang menangis saat mendapatkan tes darah kedua akan menjadi peringatan bagi orangtua yang masih membiarkan anaknya bermain di luar rumah.

Pasien Covid-19 Termuda di Singapura. (Asian One/facebook)
Pasien Covid-19 Termuda di Singapura. (Asian One/facebook)

"Jika Anda masih membiarkan anak Anda berlari-lari di taman bermain sementara Anda duduk di sana menonton mereka dan mengobrol dengan orangtua lain, apakah Anda ingin membentuk kluster taman bermain baru?" tulisnya.

Menanggapi itu, netizen justru mengkritiknya karena melakukan perjalanan ke Eropa pada bulan Maret. Ng-Chan menegaskan dalam posting berikutnya bahwa tujuan unggahan itu untuk mengingatkan orangtua lain bahwa rumah adalah tempat paling aman.

Menurut cerita Instagram-nya, Ng-Chan sendiri juga ditemukan terinfeksi vorus corona dan saat ini dirawat bersama putrinya di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong.

Postingan kekecewaan Ng-Chan tampaknya didorong karena pengamatan suaminya yang melihat masih banyak anak berlarian di taman bermain, sebelum pemutusan arus Pemerintah Singapura dimulai 7 April.

Diketahui, hingga Minggu, 5 April 2020, total kasus virus corona di Singapura menjadi 1.309 orang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS