Putin dan Trump Sedang Rebutan Bulan, Tapi Mereka Bukan Satu-satunya...

Risna Halidi

Jum'at, 10 April 2020 | 15:24 WIB
Putin dan Trump Sedang Rebutan Bulan, Tapi Mereka Bukan Satu-satunya...
Bulan. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kesal orang lain setelah mengeluarkan peraturan eksekutif bahwa hanya negaranya lah yang berhak menambang sumber daya alam di bulan dan planet lain.

Aturan visioner tersebut sontak membuat geram Rusia. Kata lembaga antariksa Rusia Roscosmos, aturan tersebut seolah-olah bentuk 'pembajakan' bulan oleh Amerika Serikat. "Usaha untuk mengambil alih luar angkasa dan rencana agresif untuk benar-benar merebut teritori planet lain tidak membuat negara-negara maju kerjasama yang bermanfaat." terang juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov seperti yang Suara.com kutip di Reuters.

Dua negara tersebut sudah lama dikenal bersaing terutama urusan menjelajah luar angkasa. Tapi ini bukan klaim sepihak pertama mengenai luar angkasa yang pernah tercatat. Berikut Suara.com rangkum deretan orang maupun organisasi yang pernah mengklaim berhak atas luar angkasa dan seisinya.

1. Dennis Hope
Kalau AS dan Rusia masih bersikukuh rebutan Bulan, harusnya mereka meminta izin dulu kepada Dennis Hope, yang sayangnya sulit bagi Rusia karena Dennis adalah seorang warga negara Amerika Serikat.

Sejak tahun 1980-an, Dennis sudah mengklaim dirinya sebagai pemilik Bulan, planet Mars, Venus, Merkurius dan Io (salah satu bulan dari planet Jupiter).

Bukan hanya mengklaim, Dennis juga melakukan praktik jual-beli tanah di Bulan. Ia menjual tanah Bulan per acre seharga 20 USD. Dilansir Suara.com dari Vice, Dennis diketahui telah menjual 611 juta acre di Bulan, 325 juta acre di Mars dan total 125 acre di Venus, Io dan Merkirius.

2. Tiga Mantan Presiden AS
Dikatakan oleh Dennis Hope, setidaknya ada tiga mantan presiden AS yang membeli tanah Bulan kepadanya yaitu Jimmy Carter, Ronald Reagan, dan George W. Bush.

"Mereka tidak membeli properti sendiri, pembantu Carter dan Reagan membeli untuk mereka, dan seorang pelanggan membelinya untuk George W. Bush. Kami memiliki pelanggan di 193 negara di planet ini, dan kami lebih dikenal daripada International Astronomical Union," kata Dennis kepada Vice.

Amerika Serikat 3:0 Rusia.

baca juga

3. James Thomas Mangan Miliki Semesta dan Seisinya
Malam 20 Desember 1948 adalah momen di mana James Thomas Mangan mengklaim berhak atas alam semesta dan seisinya, jauh lebih dulu dari Dennis Hope.

Namun ketika Mangan meninggal pada 1970, ia menulis wasiat agar seluruh hartanya yang ditinggalkan, yaitu alam semesta, untuk diwariskan kepada keturunanya. Sebagai informasi tambahan, Mangan adalah seorang penulis buku dan telah menerbitkan setidaknya 20-an buku. Ia sebelumnya berwarga negara Amerika Serikat sebelum akhirnya mendirikan negara baru di luar angkasa bernama First Representative.

4. Philip Davies Jual Beli Tanah Mars
Philip Davies merupakan seorang dokter di Inggris. Di waktu luangnya, ia memiliki pekerjaan aneh yaitu menjadi makelar tanah di Mars.

Dilansir Suara.com dari News.com.au, Philip menjual daratan Mars seharga satu sen per 10 hektar. Alasannya satu, ia ingin mengubah aturan internasional yang mengatur ruang. Mengapa? Karena dia ingin menyoroti kata-kata usang dari hukum internasional yang mengatur ruang.

Philip mengaku tidak ada niat untuk memiliki Mars. Sebaliknya, misinya adalah untuk memaksa pengadilan global membuat hukum ruang angkasa internasional yang jelas karena khawatir pelemahan sistematis dari perjanjian antariksa saat ini akan gagal mencegah militerisasi Mars dan planet-planet lain.

5. Marah Pada Neil Armstrong Saat ke Bulan, Injak Properti Tanpa Izin
Pada tahun 1953, seorang pengacara asal Chile bernama Jenaro Gajardo mengklaim kepemilikannya pada Bulan 1953.

Saat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menginjakkan kaki di Bulan pada 1969, Gajardo marah dan menuduh AS melanggar wilayah perbatasan. Ia membawa masalah tersebut ke pengadilan, sayangnya tidak digubris sama sekali.

6. Bulan Warisan Keluarga
Martin Juergens dari Jerman mengklaim bahwa Bulan adalah milik keluarganya sejak 15 Juli 1756, ketika raja Prusia Frederick the Great menyerahkannya kepada leluhurnya, Aul Juergens, sebagai isyarat simbolis rasa terima kasih atas pelayanan yang diberikan. Ia juga memutuskan bahwa Bulan harus diserahkan kepada putra bungsu yang dilahirkan, yang adalah, keluarga Martin Juergens.

7. Izin Bangun Properti di Luar Angkasa
Pada 15 Juni 1936, A. Dean Lindsay membuat klaim bahwa semua benda luar angkasa adalah miliknya. Ia lalu mengirim surat ke notaris di Pittsburgh Notaris untuk membuat akta dan izin pendirian properti.

8. Menuntut NASA
Pada tahun 1997, Adam Ismail, Mustafa Khalil dan Abdullah al-Umari, tiga laki-laki dari Yaman menuntut NASA karena dianggap telah mengganggu Mars. Mereka mengklaim bahwa mereka "mewarisi planet ini dari nenek moyang sejak 3.000 tahun yang lalu".

Sebagai institusi negara, Amerika Serikat dan Rusia sepertinya harus berusaha lebih keras lagi karena sudah keduluan. Kamu berencana membeli properti di Neptunus dalam waktu dekat?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Sebut Bulan Milik AS, Rusia Geram

Trump Sebut Bulan Milik AS, Rusia Geram

Tekno | Jum'at, 10 April 2020 | 13:30 WIB

Tata Cara Mengganti Puasa Ramadan atau Qadha

Tata Cara Mengganti Puasa Ramadan atau Qadha

Lifestyle | Kamis, 09 April 2020 | 16:05 WIB

WHO Balas Kritik Trump Soal Penanganan Virus Corona

WHO Balas Kritik Trump Soal Penanganan Virus Corona

News | Kamis, 09 April 2020 | 10:40 WIB

Terkini

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Berapa Harga Parfum Mandalika Original? Ini 5 Produknya yang Terlaris di Shopee

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Kapten Bangladesh Klaim Tahu Kelemahan Timnas Indonesia: Kami Punya Strategi Rahasia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Nomor KPJ BPJS Ketenagakerjaan yang Mana? Begini Cara Mengeceknya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

Tetap Polisi Aktif Usai Dilantik Jadi Kepala KSP, Listyo Sigit Tepis Isu Pensiun

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri yang Baru

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×