Sedih, Lumba-Lumba Paling Kesepian di Dunia Meninggal di Jepang

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 18 April 2020 | 14:55 WIB
Sedih, Lumba-Lumba Paling Kesepian di Dunia Meninggal di Jepang
Penampakan Honey di akuarium Inubosaki Marine Park Aquarium Choshi, Prefektur Chiba, Jepang. (Foto: Put An End to Animal Cruelty and Exploitation (PEACE))

Suara.com - Sedih, Lumba-Lumba Paling Kesepian di Dunia Meninggal di Jepang

Jika manusia tidak bisa hidup sendirian, begitu juga dengan hewan. Honey, seekor lumba-lumba yang dijuluki oleh pecinta hewan sebagai lumba-lumba paling kesepian di dunia, meninggal dunia bulan lalu.

Sudah hampir dua tahun Honey menghabiskan waktu sendirian di kolam kecil akuarium yang ditinggalkan di Jepang.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu Honey sempat menggemparkan karena nampak seperti sebuah botol yang mengambang di tengah kolam. Gambar itu diambil menggunakan drone di Inubosaki Marine Park Aquarium Choshi, Prefektur Chiba, beberapa saat setelah ditutup.

Selain Honey, masih ada beberapa penguin yang tetap tinggal dan diberi makan oleh seorang karyawan setiap beberapa hari sekali.

Saat itu Honey sudah menderita luka bakar akibat selalu terpapar terik matahari saat musim panas, serta stres karena kesepian. Kala itu berita Honey langsung menjadi perhatian dunia internasional dalam pemberitaan.

Tapi sayangnya, itu tidak mengubah apapun hingga hampir 2 tahun ia menghabiskan waktu di kolam itu sendirian, hingga akhirnya meninggal bulan lalu.

"Di alam liar, lumba-lumba berenang jauh dengan keluarga mereka, menjelajah wilayah baru secara bersama-sama. Tapi tidak dengan Honey, yang hidupnya dihabiskan mengambang tanpa daya sepanjang hari," tulis PETA salah satu organisasi pecinta hewan.

Kematian tragis Honey dikabarkan pada awal April lalu oleh Dolphin Project, organisasi yang pernah memposting video mengenaskan keadaan Honey pada 2018 lalu. Organisasi ini juga sudah berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Honey.

baca juga

Pada November 2018 lalu, diketahui Akuarium Taman Laut Inubosaki yang terbelit hutang sangat membutuhkan pembeli. Pada akhirnya 2019, ternyata tempat itu telah dijual bersama dengan hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Dophin Project kemudian berusaha mendapatkan Honey, bahkan menghubungi para organisasi pecinta hewan lainnya di Jepang untuk mencari solusi.

Saat kesepakatan ditemukan, pada Maret lalu diketahui lumba-lumba itu mengalami masalah kesehatan serius dan membuatnya tidak bisa bertahan, hingga akhirnya pada 29 Maret, Honey meninggal dunia.

"Kesengsaraan Honey menarik perhatian dunua, dan memicu gerakan besar di Jepang. Walaupun tragis, ia tetap tidak dapat melarikan diri dari kandang buatan yang mengurungnya. Honey tetap akan jadi wajah penangkaran lumba-luma selama bertahun-tahun yang akan datang," ungkap Dolphin Project.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Jepang Kembangkan Cat Pelindung yang Basmi Virus di Permukaan

Perusahaan Jepang Kembangkan Cat Pelindung yang Basmi Virus di Permukaan

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 18:42 WIB

Deretan Fakta Unik dari Honda CR-V, Jadi SUV Pertama Honda

Deretan Fakta Unik dari Honda CR-V, Jadi SUV Pertama Honda

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 10:00 WIB

Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

News | Rabu, 15 April 2020 | 22:06 WIB

Terkini

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:19 WIB

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:16 WIB

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 09:11 WIB

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:10 WIB

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

×