Didiet Maulana: Ini Kiat Bertahan di Tengah Pandemi Bagi Para Pelaku Fesyen

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 24 April 2020 | 08:31 WIB
Didiet Maulana: Ini Kiat Bertahan di Tengah Pandemi Bagi Para Pelaku Fesyen
Didiet Maulana

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat kacau banyak industri dan para pelakunya, termasuk industri dan para pelaku fesyen. Selain banyak orang menahan diri untuk tidak belanja fesyen, banyak agenda seputar fesyen yang harus dibatalkan lantaran pandemi ini.

Meski begitu, bukan berarti tak ada jalan bagi para pelaku fesyen. Yang pasti, Anda harus bangkit setelah pandemi ini usai. Dan desainer kondang Didiet Maulana pun memberikan kiat membangun brand fesyen di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

1. Jangan lupakan riset

Kata dia, langkah pertama adalah riset apa yang ingin dibuat, tapi harus dibuat relevan dengan keadaan saat ini.

"Pertama adalah kita riset dulu apa yang mau kita buat. Sekarang customer itu punya budget terbatas, ketika mengeluarkan sesuatu harus yang sangat relevan," ujar Didiet dalam Instagram Live bersama Bazaaar Indonesia, Kamis (23/4/2020).

2. Cari sesuatu yang relevan dengan keadaan

Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei, saat ini orang lebih berkonsentrasi terhadap kesehatan, kebersihan, hingga kesehatan mental. Itulah mengapa bidang-bidang mindfullness saat ini sedang digandrungi. Jadi usahakan bikin produk yang berhubungan dengan hal itu.

"Yang naik adalah health minfdullness, kita bisa bikin produk yang relate ke sana, tapi masker yang seperti apa dulu, kan semua orang butuh," kata dia.

3. Membuat nyaman di rumah

baca juga

Khusus untuk fesyen, kata pemilik brand Ikat Indonesia itu, di masa pandemi ini, mungkin baju-baju untuk bepergian atau untuk tampil ke publik sedikit kurang diminati. Dan karena kebanyakan orang saat ini lebih banyak berada di rumah, ia sarankan untuk membuat baju yang wearable atau yang nyaman digunaan saat di rumah.

"Jadi keadaan sekarang, baju yang wearable yang bisa dipakai di rumah bisa lebih relevan yang ada," ungkapnya.

4. Kuasai teknologi

Sebagai catatan karena sekarang ini orang serba lewat online, Didiet mengingatkan untuk juga melek teknologi. Meski teknologi disebut-sebut sebagai pegangan dasar kaum milenial, tapi mereka yang mau berbisnis fesyen harus mau belajar dan mengimbangi.

"Karena semua saat dibangunnya di online," celetuknya.

5. Balik ke niat membangun brand

Terakhir, ia meminta untuk para pebisnis fesyen untuk ingat diri sendiri. Ingat lagi tujuan membangun fesyen ini, karena biar bagaimanapun harus ada passion ataupun cerita awal mengapa membangun bisnis tersebut. Dengan begitu, para pelaku fesyen tetap selalu memiliki gairah untuk berkarya.

"Sebenarnya balik lagi ke diri mereka, kamu maunya apa? What your passion? Itu membuat satu solusi untuk orang banyak, yang kita inginkan secara pribadi kita akan membuat satu produk unik, tapi you have the unique," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 23 April 2020 | 20:36 WIB

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

News | Kamis, 23 April 2020 | 19:06 WIB

Sosiolog UI: Masyarakat Indonesia Suka Hiburan dan Bercanda

Sosiolog UI: Masyarakat Indonesia Suka Hiburan dan Bercanda

Lifestyle | Kamis, 23 April 2020 | 15:49 WIB

Terkini

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

×