Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19
Ilustrasi pasien yang baru mendapat operasi (Shutterstock)

Orang-orang dengan penyakit mematikan lain tersembunyi di balik pandemi Covid-19.

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mengguncang setiap aspek perawatan kesehatan, termasuk kanker, transplantasi organ, dan bahkan operasi otak.

Awalnya, ketika epidemi terjadi, banyak rumah sakit mengambil langkah untuk menghentikan operasi elektif atau non-emergency.

Tetapi, seiring waktu beberapa kondisi jatuh ke zona abu-abu risiko medis. Walau mungkin bukan kondisi darurat, banyak dari penyakit non-emergensi menjadi ancaman jiwa, atau jika tidak segera diobati, dapat membuat pasien hidup dengan cacat permanen.

Keterlambatan pengobatan sangat menganggu bagi penderita kanker. Para dokter mengatakan bahwa mereka hanya berusaha menyediakan perawatan kanker yang paling mendesak, tidak hanya untuk menghemat sumber daya tetapi juga melindungi pasien kanker, yang memiliki peluang tinggi untuk sakit parah saat terinfeksi virus corona baru.

Survei terbaru oleh Jaringan Aksi Kanker American Cancer Society, dilansir New York Times, menunjukkan hampir satu dari empat pasien kanker mengalami keterlambatan dalam perawatan, termasuk akses janji temu dokter, pencitraan atau scan, operasi dan layanan lainnya.

Ilustrasi operasi. (Pixabay)
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang jasa membantu pasien kanker menemukan uji klinis TrialJectory, Tzvia Bader, mengatakan pasien yang ketakutan telah menelepon mereka untuk meminta nasihat tentang penundaan perawatan penyakit mereka.

Salah satu kasusnya, seorang wanita yang telah menjalani operasi melanoma dan akan memulai imunoterapi, diberi kabar bahwa perawatannya akan ditunda untuk jangka waktu tidak diketahui.

"Dia berkata, 'apa yang akan terjadi padaku?'. Ini tidak meningkatkan peluangnya (untuk bertahan)," kata Bader.

"Kematian kanker telah menurun selama beberapa tahun terakhir, dan saya sangat takut kita akan mundur," sambungnya.

Banyak rumah sakit telah menunda operasi untuk tumor payudara, keputusan yang meresahkan bagi wanita yang ingin menghilangkan kanker.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS