Kisah Ika Jadi Relawan Supir Ambulans untuk Covid-19

Vania Rossa | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 08:05 WIB
Kisah Ika Jadi Relawan Supir Ambulans untuk Covid-19
Kisah Ika Jadi Relawan Supir Ambulans untuk Covid-19. (Dok. Pribadi)

Suara.com - Menjadi seorang relawan di tengah pandemi Covid-19 mungkin sudah jadi panggilan hati Ika Dewi Maharani, seorang perawat dari Maluku Utara.

Namun pilihannya tak biasa. Ika, sapaannya, memilih menjadi relawan perawat khusus ambulans sekaligus menjadi supirnya.

Ya, dia harus multitasking menjadi perawat untuk pasien positif Covid-19 sekaligus menyetir ambulans. Dan Ika adalah satu-satunya perempuan untuk pekerjaan tersebut.

Melayani dari hati

Sembari menanti datangnya wisuda S1 Keperawatan yang akan dilaksanakan di bulan September, Ika menemukan permintaan relawan dari HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia) di bawah naungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Ada macam-macam. Tapi yang menarik saya itu dibutuhkan transportnya, dari rumah sakit ke rumah sakit tujuan itu sangat dibutuhkan," tutur Ika kepada Suara.com, baru-baru ini.

Ika merasa memiliki kemampuan untuk mengisi posisi tersebut, karena ia adalah seorang perawat dan juga punya keahlian menyetir. Akhirnya ia membulatkan tekad, ini adalah saatnya untuk melayani dari hati.

Ia pun mencoba mendaftar, tak lama kemudian ia mendapatkan balasan bahwa ia diterima. Tak perlu menunggu lama, keesokan harinya ia diminta langsung ke Jakarta pada awal bulan April lalu.

"Mungkin ini sudah jalan Tuhan, saya juga nggak tahu. Pokoknya saya ikutin aja, saya mau melayani. Tuhan kasih jalan, saya harus di sini, ya sudah saya ikuti," kata perempuan kelahiran Lamongan, 26 tahun silam ini.

Meski sempat takut juga soal penularan virus corona, namun Ika bersikukuh bahwa niat adalah yang terpenting dan berdoa untuk terus berada dalam lindungan Tuhan.

Yang paling berat adalah ketika ia melaporkan hal tersebut pada sang ibu. Sang ibu sempat menolak keras dan tidak memberi izin. Namun dengan keteguhan hati, Ika berhasil meyakinkan sang ibu dan mendapatkan restu untuk berangkat ke Jakarta.

"Saya tetap ingin melayani bagaimanapun kondisi pasiennya. Berdoa kuncinya, berpegang teguh pada Tuhan, pasti akan Tuhan sertai," lanjutnya.

Sesampainya di Jakarta, ia langsung menjalani serangkaian kegiatan seperti medical check up (MCU) dan meeting, kemudian pelatihan selama seminggu.

Test drive Ika pertama kali harus mengemudikan ambulans dari Gunung Sahari Jakarta Pusat, menuju penempatannya di RSUI Depok. Sejak saat itu, ambulans sudah resmi menjadi 'kendaraan pribadinya'.

Dinas multitasking

Menjadi perawat sekaligus supir ambulans membutuhkan kemampuan multitasking yang luar biasa. Ika mengaku, tiap kali berangkat dinas, ia harus berkonsentrasi pada dua hal.

Yang pertama adalah bagaimana keadaan pasien di belakang. Mengendarai ambulans memiliki standar prosedur tersendiri, terutama soal kecepatan, kurang lebih 40-60 km/jam.

"Jalanan Indonesia itu kan bolong-bolong, pasti pasien tidak nyaman. Kalau dalam prinsip saya, saya biasakan diri kita jika menjadi pasien, jadi kembalikan lagi ke diri kita sendiri," kata Ika.

Kemudian yang kedua adalah konsentrasi mengendalikan mobil. Sementara ia mengenakan APD lengkap yang terkadang terasa sangat panas meski sudah memasang AC dengan suhu terendah, tetap saja ia mengalami susah bernapas karena masker berlapis-lapis.

"Tapi tetap harus kita nikmatin. Biasanya bawa pasien positif covid-19, nah dari situ kita harus mengendarai kendaraan pelan, alon alon sing penting kelakon (pelan-pelan asal sampai)," sambungnya lagi.

Tak jarang pula ia terimbas macet jalanan Jakarta, meski saat ini Jakarta tengah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yang membuatnya sedih, terkadang ada banyak kendaraan yang tak mau minggir untuk memberinya lewat.

Satu kendala lagi yang dihadapi oleh Ika adalah kesulitan mengendalikan mobil ambulans yang berbodi besar dan tidak dilengkapi power steering.

Dalam 12 jam kerja sejak pertama kali dinas, sudah hampir lima pasien yang diantarnya. Terkadang membutuhkan waktu seharian dengan jarak yang panjang dan jauh dan melelahkan.

SOP mengatakan bahwa satu kali pasien satu kali dekontaminasi, yang berarti setelah Ika dan partnernya selesai mengantar satu pasien, baik mobil maupun yang naik ambulans harus disterilkan.

"Kalau dalam sehari ada dua pasien rujukan, berarti dua kali kita mandi juga, habis itu sampai rumah masih mandi lagi. Pulang-pulang sakit kepala kebanyakan keramas, hahaha.." kelakarnya.

Di dalam timnya, hanya ia satu-satunya perempuan yang bisa menyetir. Ada rasa senang dirasakan oleh Ika, karena menambah pengalaman bagaimana rasanya bekerja di pekerjaan yang umumnya banyak lelaki ini.

Tak jarang Ika mendapatkan ekspresi kaget dan perkataan aneh tentang keputusannya menjadi relawan. Hal tersebut sempat membuat Ika sedih dan minder.

"Orang kan mesti kaget, eh ternyata supirnya perempuan. 'Ih, kamu lho, perempuan. Kok mau sih nyetir ambulans' Ya ampun, kok kayak gini sih, niatku kan ingin melayani," jelas Ika.

Pandemi kelar, ingin peluk mama

Ibu bagi Ika adalah support system terbesarnya. Dukungannya sangat kuat, membuat ia semakin semangat bekerja.

"Tiap pagi Mama selalu telepon, selalu absen telepon saya. Kalau kita kerja ini didukung, diridhoi, saya yakin semua pekerjaan dipermudah." katanya.

Oleh karena itu, begitu pandemi virus corona ini selesai, hal pertama yang ingin ia lakukan adalah pulang ke rumah dan memeluk sang ibu.

"Kasih kabar ke Mama. Ma, aku pulang dengan sehat, nggak kurang satu apapun. Kasih selamat sama Mama, peluk Mama. Berterima kasih karena Mama sudah berdoa setiap hari buat kita agar kita terlindungi," katanya.

Setelah itu ia ingin berkumpul kembali bersama teman-teman, kembali menghirup udara bebas tanpa masker. Dan tentu saja, ingin wisuda bersama teman-teman di bulan September nanti, serta melanjutkan studi profesinya sebagai perawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembuh dari Corona, Kepulangan Perawat Ini Disambut Bak Pahlawan di Desanya

Sembuh dari Corona, Kepulangan Perawat Ini Disambut Bak Pahlawan di Desanya

Jatim | Kamis, 23 April 2020 | 16:38 WIB

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Health | Kamis, 23 April 2020 | 13:40 WIB

Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19

Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19

Foto | Rabu, 22 April 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 20:42 WIB

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:59 WIB

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:10 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:25 WIB

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:10 WIB