Psikolog: Tagar Indonesia Terserah Harusnya Menggugah Empati Masyarakat

Risna Halidi

Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:44 WIB
Psikolog: Tagar Indonesia Terserah Harusnya Menggugah Empati Masyarakat
Indonesia Terserah Viral (twitter.com/helwatshlhh)

Suara.com - Psikolog: Tagar Indonesia Terserah Harusnya Mampu Menggugah Empati Masyarakat

Psikolog sosial dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro mengatakan tagar "Indonesia terserah" seharusnya dapat menggugah rasa empati masyarakat Indonesia kepada para tenaga medis.

Diketahui, tenaga medis kini tengah berjuang di garda terdepan menangani pandemi Covid-19.

"Hal ini harusnya ditanggap oleh masyarakat untuk bersikap lebih empati pada tenaga kesehatan," kata Koentjoro melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (29/5/2020).

Belum lama ini tagar "Indonesia terserah" ramai di media sosial.

Munculnya tagar ini diawali dari beredarnya foto-foto para tenaga kesehatan berseragam APD yang menunjukkan kertas bertuliskan kata-kata itu.

Dilansir dari Antara, Guru besar UGM ini mengatakan kemunculan tagar tersebut merupakan bentuk ungkapan emosi kekecewaan para tenaga kesehatan kepada pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

Melalui ungkapan itu, menurut Koentjoro, pemerintah diharapkan lebih serius dalam menanggulangi wabah Covid-19. Pasalnya, aturan ataupun kebijakan yang ditetapkan sering berubah-ubah ditambah dengan belum adanya sanksi yang jelas bagi masyarakat yang melanggar aturan.

Di sisi lain, masyarakat dipandang tidak mematuhi sejumlah imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

baca juga

"Ini salah satu bentuk 'luweh-luweh' (terserah) para tenaga medis. Mereka sudah berbuat sesuatu dengan baik dan berjuang di garis depan, tapi masyarakat tidak bisa diatur," kata dia.

Ia menilai harapan utama dari tenaga kesehatan yakni masyarakat dapat berlaku disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti rajin cuci tangan dengan sabun, memakai masker, membatasi berkegiatan di luar rumah, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Kalau masyarakat masih saja 'ngeyel' (tidak patuh), maka saat terinfeksi Covid-19, rumah sakit sudah tidak lagi bisa menampung pasien baru. Ya, harus siap risiko kalau ditolak rumah sakit karena sudah diingatkan tetap 'ngeyel', jadi tenaga kesehatan sangat berharap masyarakat patuh aturan," kata dia.

Menurut pandangannya, tagar "Indonesia terserah" yang digaungkan para tenaga kesehatan ini merupakan langkah yang bagus untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan imbauan pemerintah.

Namun demikian, perlu ada narasi lebih lanjut yang memberikan penjelasan atas makna dari tagar tersebut.

"Pemilihan kata Indonesia terserah ini sudah bagus bahasanya. Pada kelompok tertentu bisa memberikan 'sengatan', tapi masalahnya dengan perubahan di masyarakat saat ini menjadikan tidak semuanya bisa memahaminya," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa bahasa-bahasa simbol hanya dapat dipahami oleh orang yang memiliki kepekaan naluri.

Oleh sebab itu diperlukan penjelasan yang lebih komperehensif supaya masyarakat dapat menangkap pesan yang disampaikan oleh para tenaga kesehatan ini, misalnya melalui sosialisasi oleh tokoh masyarakat, pemuka agama, dan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spayol Kembali Buka Pintu Untuk Wisatawan, Dimulai dari Warga Eropa

Spayol Kembali Buka Pintu Untuk Wisatawan, Dimulai dari Warga Eropa

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:24 WIB

PDSKJI: 69 Persen Orang Alami Masalah Psikologis Selama Pandemi Covid-19

PDSKJI: 69 Persen Orang Alami Masalah Psikologis Selama Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 12:51 WIB

New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:19 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×