Hibur Warga, Disbud Sleman Tayangkan Wayang Orang Secara Daring

Risna Halidi

Jum'at, 05 Juni 2020 | 17:04 WIB
Hibur Warga, Disbud Sleman Tayangkan Wayang Orang Secara Daring
Ilustrasi/ Pementasan Wayang Orang dengan lakon 'Sotya Gandhewa' di Teater Kautaman, TMII, Jakarta, Sabtu (9/4).

Suara.com - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menayangkan pertunjukan wayang orang secara daring melalui kanal Youtube instansi itu dengan lakon "Anoman Kembar" pada Sabtu (6/6), pukul 20.00 WIB.

Dilansir dari Antara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengatakan bahwa gelaran itu dibuat untuk memberikan suasana kondusif di masyarakat.

"Meskipun tidak terkait langsung dengan aksi penanganan pandemi COVID-19, namun kami berupaya untuk turut memberikan andil dan kontribusi nyata dalam membantu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masyarakat," kata Aji Wulantara di Sleman, Jumat (5/6/2020).

Ia menjelaskan upaya tersebut di antaranya memberikan hiburan secara rutin yang berupa atraksi budaya secara daring agar masyarakat merasa betah dan nyaman tinggal di rumah saat pandemi Covid-19.

"Kami juga menekankan pada ajakan untuk mengimplementasikan beberapa pitutur luhur yang notabene merupakan modal sosial yang fundamental bagi masyarakat Jawa pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya," katanya lagi.

Ia mengatakan di antara beberapa pitutur luhur tersebut, "eling lan waspada" yang mengamanatkan masyarakat senantiasa menyadari bahwa apa-apa yang diberikan Tuhan kepada manusia pada dasarnya ujian untuk bisa menempuh kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

"Termasuk adanya pandemi Covid-19 ini juga merupakan ujian agar manusia senantiasa bisa menjalani kehidupan dengan menekankan pada pola hidup bersih dan sehat dan senantiasa waspada dengan berbagai kemungkinan dengan bersikap secara arif dan bijaksana dengan menekankan pada kebaikan bersama dan bukan saling merasa egois mementingkan dirinya sendirinya sendiri," katanya.

Selain itu, Aji menilai tata nilai dan norma kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi modal sosial yang fundamental bagi bangsa Indonesia, maka dalam menghadapi pandemi Covid-19, perlu dikokohkan dan ditumbuhkembangkan kembali.

"Jangan sampai dengan adanya pandemi Covid-19 ini justru semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga masyarakat justru malah melemah atau bahkan luntur," kata Aji. 

baca juga

Ia mengajak masyarakat menyaksikan pementasan wayang orang secara daring melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman itu, pada Sabtu (6/6) malam.

"Di rumah aja bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Ayo kita tetap berkomitmen menaati protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Corona, Warga Banteng Baru Sleman Semprot Disinfektan Mandiri

Lawan Corona, Warga Banteng Baru Sleman Semprot Disinfektan Mandiri

Jogja | Minggu, 29 Maret 2020 | 11:43 WIB

Pra Kongres Aksara Jawa: Wujud Eksistensi Aksara Jawa di Era Milenial

Pra Kongres Aksara Jawa: Wujud Eksistensi Aksara Jawa di Era Milenial

Your Say | Kamis, 19 Maret 2020 | 12:38 WIB

Drainase di Wedomartani Ambrol Saat Hujan Deras, Seorang Lansia Terluka

Drainase di Wedomartani Ambrol Saat Hujan Deras, Seorang Lansia Terluka

Jogja | Rabu, 04 Maret 2020 | 14:20 WIB

Terkini

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Bali | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Danantara Sudah Tutup 260 BUMN

Danantara Sudah Tutup 260 BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Belanja Daerah Capai Rp538,5 Triliun Hingga Juli 2026, Kebanyakan Bayar Gaji

Belanja Daerah Capai Rp538,5 Triliun Hingga Juli 2026, Kebanyakan Bayar Gaji

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu

Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:09 WIB

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×