Populasi Pria Lebih Banyak, Wanita China Disarankan Poliandri

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:30 WIB
Populasi Pria Lebih Banyak, Wanita China Disarankan Poliandri
Ilustrasi menikah. (Unsplash/Chiến Phạm)

Suara.com - Seorang profesor sekaligus ahli ekonomi asal China, Profesor Ye-Kwang Ng sukses menarik perhatian setelah memberikan saran agar wanita di China boleh memiliki banyak suami.

Hal ini disebabkan oleh adanya masalah ketidakseimbangan rasio gender di Negara Tirai Bambu tersebut.

Melansir dari laman Daily Mail, jumlah laki-laki di China yang tidak menikah terus mengalami peningkatan.

Bahkan, pada tahun 2050 nanti, China diprediksi akan memiliki total 30 juta penduduk pria yang tidak menikah.

Menanggapi hal tersebut, Profesor Yew-Kwang Ng dari School of Economics Universitas Fudan pun membeberkan ide yang cukup kontroversial.

Yew Kwang-Ng dikabarkan telah meminta pemerintah untuk mempertimbangkan agar wanita diperbolehkan memiliki dua suami atau lebih pada waktu bersamaan.

Ilustrasi perempuan melakukan poliandri (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan melakukan poliandri (Shutterstock)

Menurut Profesor Ng, banyak pria di China yang kesulitan menemukan pasangan hidup karena tingkat kompetisi yang tinggi.

"Jika kebutuhan biologis dan psikologis pria tidak bisa dipenuhi, itu akan membawa dampak negatif terhadap kebahagiaannya," jelas Profesor Ng lewat sebuah opini yang dipublikasikannya di NetEase.

Untuk itu, Profesor Ng pun mengajukan dua solusi, yaitu legalisasi prostitusi dan poliandri. Kedua praktek ini masih dilarang di China hingga sekarang.

baca juga

Menurutnya, prostitusi memang dapat memenuhi kebutuhan biologis pria. Namun, hal ini tetap tidak menyelesaikan kebutuhan pria untuk memiliki pasangan hidup.

Itulah mengapa dia menyarankan praktek poliandri. Meski begitu, Yew Kwang-Ng juga mengklarifikasi bahwa dia tidak sedang mempromosikan praktek poliandri.

Ilustrasi pria sakit mata. (Unsplash/christopher lemercier)
Ilustrasi pria jomblo. (Unsplash/christopher lemercier)

"Jika bukan karena ketidakseimbangan rasio pria dan wanita, aku tidak akan menyarankan poliandri sama sekali."

"Kedua, aku tidak mempromosikan atau mendukung poliandri. Aku hanya berpikir bahwa dengan masalah banyaknya jumlah pria dan sedikitnya wanita, pemerintah mungkin bisa mempertimbangkan ini," tambah Yew Kwang-Ng.

Sang profesor sendiri mengatakan jika dia tidak keberatan untuk berbagi istri, dibandingkan tidak punya istri sama sekali.

Sebelumnya, ilmuwan lain bernama Mao Shoulong juga telah memberikan saran pada pemerintah untuk mengizinkan wanita dari negara lain tinggal dan menikah dengan warga China.

Pasalnya, karena tidak kunjung mendapat jodoh, banyak pria China yang lantas rela membayar mahal untuk menikahi wanita Vietnam dan meningkatkan jumlah kasus perdagangan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kevin Aprilio Minta Saran Soal Nikah, Netizen Kasih Jawaban Nyeleneh

Kevin Aprilio Minta Saran Soal Nikah, Netizen Kasih Jawaban Nyeleneh

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:44 WIB

Satu Kasus Positif Coreng Rekor 55 Hari Kota Beijing Bebas Covid-19

Satu Kasus Positif Coreng Rekor 55 Hari Kota Beijing Bebas Covid-19

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 23:32 WIB

Tutup Akun Pengkritik Beijing, Zoom Dikendalikan Partai Komunis China?

Tutup Akun Pengkritik Beijing, Zoom Dikendalikan Partai Komunis China?

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2020 | 08:10 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×