Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta, Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah

Dinda Rachmawati

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:20 WIB
Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta, Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah
Mencari Ketenangan di PIK? Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Rumah Palembang adalah rumah panggung kayu tradisional di Greenbelt PIK2 yang kontras dengan kafe modern sekitarnya.
  • Tempat ini ramai dikunjungi usai olahraga pagi untuk menikmati kopi dan sarapan sederhana di suasana santai.
  • Selain sebagai kafe, bangunan tersebut menawarkan pengalaman unik menginap di lantai atas dengan suasana tenang.

Suara.com - Di tengah gemerlap kawasan PIK yang identik dengan deretan kafe modern dan restoran hits, ternyata masih ada sudut tenang yang menawarkan pengalaman berbeda. 

Berlokasi di jalur hijau Greenbelt PIK2, sebuah rumah panggung kayu bergaya tradisional justru mencuri perhatian sebagai hidden gem yang belakangan ramai dibicarakan. Tempat itu dikenal sebagai Rumah Palembang.

Sekilas, bangunan ini tampak sederhana dan bahkan mudah terlewatkan di antara pepohonan rindang dan jalur jogging yang menjadi ciri khas Greenbelt. Namun justru dari kesederhanaannya itulah muncul daya tarik yang sulit dijelaskan. 

Rumah panggung ini terinspirasi dari arsitektur tradisional Palembang, menghadirkan nuansa hangat yang kontras dengan hiruk pikuk kawasan urban di sekitarnya.

Mencari Ketenangan di PIK? Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah (Dok. Istimewa)
Mencari Ketenangan di PIK? Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah (Dok. Istimewa)

Di pagi hari, suasana di Rumah Palembang terasa hidup dengan cara yang berbeda. Bukan riuh, melainkan ramai yang tetap terasa santai. Para pengunjung yang selesai jogging atau bersepeda biasanya berhenti sejenak, duduk di bawah rumah panggung sambil menikmati secangkir kopi atau sarapan ringan. 

Angin yang berhembus pelan, suara langkah kaki pelari, dan pemandangan hijau di sekelilingnya menciptakan suasana yang jarang ditemukan di sudut Jakarta lainnya.

Menu yang ditawarkan memang tidak rumit, namun justru itu yang membuatnya terasa akrab. Mulai dari kopi hitam, cappuccino, hingga teh poci menjadi pilihan sederhana untuk menemani pagi. 

Ada pula minuman segar seperti rosela tea, telang mojito, dan kunyit asam yang terasa pas setelah berolahraga. Untuk makanan, pilihan seperti nasi goreng, pisang goreng, tahu isi, hingga roti dengan telur dan sosis sapi cukup untuk mengisi energi tanpa terasa berlebihan.

Seorang pengunjung, Jessica, mengaku rutin menjadikan tempat ini sebagai titik singgah favoritnya setelah bersepeda. “Biasanya habis cycling saya mampir ke sini buat sarapan. Enak banget duduk santai sambil lihat orang jogging lewat,” ujarnya. 

baca juga

Ia menambahkan bahwa suasana di Rumah Palembang terasa lebih natural dibandingkan kafe pada umumnya. “Tempatnya nggak terlalu ramai dan terasa lebih santai. Kayak lagi sarapan di taman,” katanya.

Tak hanya untuk sarapan, Rumah Palembang juga menyimpan pengalaman lain yang tak banyak diketahui orang: menginap di rumah panggung tersebut. Bagian atas bangunan difungsikan sebagai ruang inap yang menghadirkan sensasi berbeda dari hotel pada umumnya.

Kevin Tan, seorang fotografer yang pernah mencoba menginap di sana, mengaku awalnya hanya mengira tempat ini sebagai spot foto. “Saya sering jogging di Greenbelt dan selalu lihat rumah ini. Awalnya cuma kira spot foto. Setelah tahu bisa menginap, saya coba booking,” katanya.

Pengalaman yang ia rasakan pun jauh dari ekspektasi kawasan PIK yang biasanya ramai. “Kalau malam itu sepi banget, cuma suara angin sama daun. Rasanya kayak lagi di luar kota, padahal masih di Jakarta,” ujarnya. 

Menurutnya, kesederhanaan justru menjadi nilai lebih. “Bukan mewah, tapi justru itu yang bikin menarik. Kayak retreat kecil,” tambahnya.

Keberadaan Rumah Palembang menjadi bukti bahwa di tengah pesatnya perkembangan destinasi kuliner modern, masih ada ruang-ruang kecil yang menawarkan pengalaman lebih personal dan membumi. 

Bagi sebagian orang, tempat ini bukan sekadar lokasi untuk makan atau minum kopi, tetapi juga ruang untuk memperlambat waktu, menikmati pagi, berbincang santai, atau sekadar duduk diam menikmati suasana.

Di pesisir Jakarta yang terus bergerak cepat, Rumah Palembang di Greenbelt PIK2 hadir sebagai jeda yang menenangkan, tempat di mana secangkir kopi pagi bisa terasa lebih hangat, dan waktu seolah berjalan sedikit lebih lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth

Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00 WIB

Spot Ngabuburit Baru di Pesisir Jakarta: Sensasi Teriak Jadi Air Mancur Raksasa di Tepi Laut!

Spot Ngabuburit Baru di Pesisir Jakarta: Sensasi Teriak Jadi Air Mancur Raksasa di Tepi Laut!

Lifestyle | Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:29 WIB

Ramadan 2026 Penuh Berkah, Ribuan Takjil Gratis dan Bansos Disalurkan Setiap Hari

Ramadan 2026 Penuh Berkah, Ribuan Takjil Gratis dan Bansos Disalurkan Setiap Hari

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:10 WIB

Terkini

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:45 WIB

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:44 WIB

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

×