Tak Selalu Berdampak Buruk, Ini 5 Fakta Soal Alkohol dalam Skincare

Silfa Humairah Utami | Amertiya Saraswati
Tak Selalu Berdampak Buruk, Ini 5 Fakta Soal Alkohol dalam Skincare
Ilustrasi skincare. (Shutterstock)

Kandungan alkohol dalam skincare kerap membuat kita merasa was-was.

Suara.com - Masalah kulit wajah memang tidak boleh disepelekan. Demi memberikan hasil perawatan yang terbaik, beberapa orang kini mulai menghindari kandungan alkohol dalam skincare.

Alkohol kerap dituduh sebagai salah satu bahan yang menyebabkan kulit iritasi. Tidak hanya itu, skincare dengan kandungan alkohol dianggap punya bau menyengat.

Padahal, alkohol tidak selamanya berdampak buruk bagi kulit. Bahkan, kandungan alkohol dalam skincare bisa memberikan manfaat tersendiri.

Melansir dari laman Self, inilah beberapa fakta soal kandungan alkohol dalam skincare.

1. Alkohol tidak selalu meninggalkan rasa menyengat pada kulit

Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar kata alkohol? Biasanya, kita akan teringat pada alkohol yang diminum atau alkohol yang digunakan untuk membilas luka.

Meski begitu, alkohol yang terkandung di dalam kosmetik jauh berbeda dengan dua jenis alkohol tersebut.

"Alkohol adalah istilah kimia, dan artinya adalah molekul yang memiliki gugus hidroksil," ungkap asisten profesor di departemen dermatologi, John Zampella, M.D.

2. Alkohol digunakan untuk membuat produk lebih mudah terserap

Pada kosmetik, alkohol biasanya digunakan sebagai pelarut atau pengemulsi. Ini berguna agar produk kecantikan yang kamu gunakan dapat terserap kulit.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS