Bikin Ngiler, Pasta Panggang Super Ngeju yang Creamy Abis

Vania Rossa

Jum'at, 31 Juli 2020 | 08:17 WIB
Bikin Ngiler, Pasta Panggang Super Ngeju yang Creamy Abis
Pasta Panggang Laachiz. (Dok. Laachiz)

Suara.com - Pasta memang berteman erat dengan keju. Tapi kali ini, bukan sembarang keju yang ditabur di atas pasta, melainkan cream cheese yang begitu creamy dan gurih. Bayangan sensasi keju yang meleleh di lidah begitu potongan pasta masuk ke dalam mulut, membuat siapa pun tak tahan untuk langsung mencicipinya. 

Ya, pasta panggang yang ditawarkan Laachiz memang berbeda dari varian pasta pada umumnya. Penggunaan cream cheese di atas pasta panggang membuat rasa pasta semakin otentik dan super ngeju.

Ada lima varian pasta panggang yang ditawarkan Laachiz, yaitu Macaroni Bolognese, Spaghetti Meatballs, Spaghetti Aglio Olio, Tagliatelle Carbonara, dan Tagliatelle Mush Truffle.

Pasta Panggang Laachiz. (Dok. Laachiz)
Pasta Panggang Laachiz. (Dok. Laachiz)

Kelima varian pasta tersebut tersedia dalam 3 ukuran berbeda, yaitu personal, medium, dan large atau family portion. Jika Anda berencana menikmatinya bersama seluruh anggota keluarga, disarankan memesan ukuran yang paling besar.

Macaroni Bolognese dan Spaghetti Meatballs adalah dua varian yang paling banyak dipesan. Pasta panggang ini memiliki rasa yang bold dan super aromatik berkat tambahan rempah Itali di dalam bumbu pasta.

Spaghetti Meatballs. (Suara.com/Vania)
Spaghetti Meatballs. (Suara.com/Vania)

Belum lagi kaldu daging yang dimasak selama 36 jam, membuat rasa saus daging lebih sempurna, yaitu perpaduan antara manis, gurih, dan asam.

Varian lain yang unik dan patut dicoba adalah Tagliatelle Mush Truffle, yang memadukan homemade pasta dengan mushroom pilihan. Tambahan racikan truffle oil juga membuat rasanya semakin khas. Belum lagi ditambah dengan rasa asin gurih khas cream cheese, membuat cita rasa pasta semakin unik. 

Yang unik, Anda disarankan untuk tidak menikmati pasta ini dengan saos sambal seperti yang umumnya dilakukan orang Indonesia.

Laachiz menyediakan chili flakes yang diolah sendiri dengan campuran roasted garlic dan onion, yang teksturnya tetap kering dan tidak berminyak, sehingga tidak mengubah rasa pasta itu sendiri.

baca juga
Pasta Panggang Laachiz. (Dok. Laachiz)
 Macaroni Bolognese. (Dok. Laachiz)

Pasta panggang Laachiz bisa Anda simpan di dalam kulkas untuk dikonsumsi keesokan harinya. Tapi jangan terlalu lama, ya. Ketahanannya maksimal 3 hari, mengingat pasta yang digunakan adalah homemade pasta yang fresh tanpa pengawet.

Jika ingin menikmati kembali, Anda cukup menghangatkan pasta dengan alat kukus selama 5 menit atau microwave selama 45 detik - 1 menit. Penggunaan alat kukus lebih disarankan karena membuat tekstur pasta tetap creamy dan tidak kering.

Pasta panggang Laachiz saat ini hanya tersedia melalui pemesanan pre order (PO) dengan pengiriman di hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Penasaran? Bisa cek informasi lainnya di media sosial Instagram
@Laachiz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangkit Pasca Pandemi, Kemenparekraf Dorong Usaha Kuliner Jadi Food Startup

Bangkit Pasca Pandemi, Kemenparekraf Dorong Usaha Kuliner Jadi Food Startup

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2020 | 04:05 WIB

Pedas Mantap, Yuk Coba Resep Oseng-oseng Mercon khas Yogyakarta di Rumah

Pedas Mantap, Yuk Coba Resep Oseng-oseng Mercon khas Yogyakarta di Rumah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2020 | 19:00 WIB

Menikmati Horog-horog, Jajanan Khas Jepara yang Unik

Menikmati Horog-horog, Jajanan Khas Jepara yang Unik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×