Pembelaan Anji Soal Videonya, Psikiater: Hati-Hati Gaslighting

Vania Rossa | Lilis Varwati
Pembelaan Anji Soal Videonya, Psikiater: Hati-Hati Gaslighting
Unggahan Anji bareng Prof. Hadi Pranot. [Instagram/@duniamanji]

Menurut Anji, walaupun video itu banyak menimbulkan perdebatan, warganet tetap menyebarkannya sehingga video tersebut jadi viral.

Suara.com - Musisi Anji membuat pembelaan terkait video viralnya bersama Hadi Pranoto. Menurutnya, walaupun diskusi itu banyak menimbulkan perdebatan, warganet tetap menyebarkannya sehingga video menjadi viral.

Anji menyimpulkan, warganet juga berperan memberikan panggung kepada orang lain meskipun pihak tersebut tidak disukai publik.

"Secara tidak sadar, orang-orang juga memberikan panggung pada orang yang mereka tidak suka," tulis Anji pada Instagram stories-nya.

Namun, secara psikologis, sikap Anji ternyata bisa disebut gaslighting.

"'X: Ternyata Covid ada obatnya, mari buat video.

Netijen: *rame rame liat dan report karena informasinya salah.

X: mereka ramai-ramai liat dan laporkan, padahal saya buat video lain yang bagus. Tanpa sadar mereka yang nyebarin'.

Gaess, ini namanya gaslighting ya," tulis psikiater dr. Jiemi Ardian, seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Senin (3/8/2020).

Jiemi menjelaskan bahwa gaslighting merupakan tindakan memanipulasi secara psikologis dengan memunculkan keraguan. Tujuannya, membuat orang lain meragukan dirinya sendiri, memori, kesadaran, persepsi, atau judgement. Sehingga berakibat orang lain tidak berpikir sehat.

Tanda gaslighting, lanjutnya, mengalihkan pikiran orang lain dari tindakannya dan membelokannya kepada lawan bicaranya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS