Coba Ketik 'White American Doctor' di Google, Hasilnya Bikin Kaget

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:15 WIB
Coba Ketik 'White American Doctor' di Google, Hasilnya Bikin Kaget
Ilustrasi dokter (stock image)

Suara.com - Jika Anda sedang senggang dan terhubung dengan akses internet coba ketik 'White American Doctor' di Google. Hasil yang keluar akan membuat Anda terkejut.

Karena jika mengetik kata tersebut di Google, ternyata yang keluar ilustrasi dokter berkulit hitam alih-alih yang berkulit putih.

Dilansir dari New York Post, raksasa mesin pencari internet itu juga belum diretas oleh para aktivis, dan tidak ada konspirasi besar, meski itu memang memicu percakapan viral baru-baru ini di Twitter.

Minggu lalu, pengguna Twitter @_TheProphecy membuka percakapan dengan men-tweet, ”Lmaooo idk yang meretas algoritme Google tetapi saya menangis. Google ‘white american doctor’ & gambar pers. ”

Ilustrasi dokter. (Shutterstock)
Ilustrasi dokter. (Shutterstock)

Tanggapan di utas yang sekarang viral menunjukkan bahwa hampir setiap pencarian profesi dengan "orang Amerika kulit putih" menghasilkan foto orang kulit hitam yang melakukan pekerjaan khusus itu. Klaim kemungkinan bias segera meningkat.

Namun, Danny Sullivan, "penghubung penelusuran publik" Google, telah menjelaskan fenomena ini tahun lalu di Twitter, mengatakan bahwa perlombaan yang muncul berkaitan dengan teks atau kata-kata tertentu yang digunakan orang-orang saat mereka pertama kali mengunggah gambar.

“… Ternyata, saat orang memposting gambar pasangan kulit putih, mereka cenderung mengatakan hanya 'pasangan' & tidak memberikan ras,” lanjut Sullivan. “Tapi jika ada pasangan campuran, maka 'putih' disebutkan. Penelusuran gambar kami bergantung [sangat pada] kata - jadi ketika kami tidak mendapatkan kata-katanya, ini bisa terjadi. "

Menurut Jurnal Mesin Pencari, ini semua karena dasar-dasar pengoptimalan mesin pencari atau SEO.

“Google itu seperti cermin. Ini mencerminkan bagaimana kita menggunakan mesin pencari dan bagaimana konten pada halaman web ditulis. Ini adalah inti dari penelitian kata kunci, memahami apa yang dimaksud pengguna saat mereka mengetik sesuatu dan seberapa sering mereka mengetik kata-kata itu… Hal yang dapat diambil dari hasil mesin telusur ini adalah seberapa besar pengaruh teks pada peringkat gambar. ”

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Rawat Jalan, Dokter Dikeroyok Anggota Ormas Suruhan Keluarga Pasien

Tolak Rawat Jalan, Dokter Dikeroyok Anggota Ormas Suruhan Keluarga Pasien

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:17 WIB

Minimalkan Komplikasi, Ini Tips Aman Suntik Filler dari Dokter Tompi

Minimalkan Komplikasi, Ini Tips Aman Suntik Filler dari Dokter Tompi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2020 | 16:48 WIB

Gaet Selebgram, Dokter Gigi Gadungan di Bekasi per Bulan Raup Jutaan Rupiah

Gaet Selebgram, Dokter Gigi Gadungan di Bekasi per Bulan Raup Jutaan Rupiah

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:42 WIB

Terkini

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×