Pakar: Tren Memasak di Rumah Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 Agustus 2020 | 23:11 WIB
Pakar: Tren Memasak di Rumah Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Ilustrasi memasak. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 juga turut memengaruhi sektor pertanian, termasuk kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan Rusli Abdulah, Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Di mana, selama beberapa bulan terakhir, lanjut dia, petani tidak bisa lagi bebas menjual hasil panen mereka karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di beberapa daerah.

Hal ini menyebabkan terputusnya rantai logistik dari desa ke kota. Belum lagi, kata Rusli, ancaman penyebaran Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat akhirnya menurun.

"Akibatnya supply meningkat, daya beli menurun. Akhirnya harga drop. Terlihat inflasi rendah, berujung pada permintaan pangan yang juga menurun," jelasnya dalam acara peluncuran program Bango Pangan Lestari yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Meski begitu, kata Rusli, pada kuartal II 2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan walau tidak sebesar pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun lalu, yakni naik sebesar 2,19 persen dari kuartal I.

Ini dikarenakan, di tengah pandemi Covid-19, permintaan bahan makanan di rumah tangga juga meningkat. Karena, lanjut dia, masyarakat kini lebih memilih untuk memasak sendiri di rumah. Bahkan, frekuensi memasak di rumah lebih tinggi hingga 49 persen dari sebelumnya.

"Volumenya naik. Pertama yang mengalami kenaikan paling tinggi itu telur hingga 26 persen, daging 19 persen, daging unggas 25 persen, serta buah dan sayur 8 persen," jelasnya lagi.

Belum lagi adanya perubahan prilaku konsumen di masa pandemi Covid-19 yang semuanya sudah beralih ke media digital atau virtual, untuk menghindari kontak fisik.

Untuk itu, dia mengharapkan agar kesejahteraan petani dapat terus menjadi prioritas bagi banyak pihak agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini.

baca juga

Mengingat, saat ini konsumen juga membutuhkan bahan pangan berkualitas untuk mencukupi asupan gizi dan melindungi daya tahan tubuh selama pandemi.

Beberapa di antaranya ialah dengan memastikan daerah pertanian sebagai zona hijau pandemi Covid-19. Selain itu, bantu petani dengan mencari solusi terhadap beberapa masalah yang sering mereka hadapi.

"Seperti masalah-masalah di sektor struktural, caranya dengan adopsi teknologi, regenerasi petani, dan memperluas akses pasar untuk hasil tani," kata dia.

Selanjutnya ialah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan petani, serta meningkatkan akses internet untuk mendukung pergeseran pola belanja dari offline ke online.

"Pemasaran secara online, diharapkan akan mampu membuka akses jual beli yang lebih luas, terbuka, dan cepat, untuk keuntungan petani maupun masyarakat," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Caranya?

Dukung Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2020 | 18:14 WIB

Ajak Anak Memasak, Kapan Anak Boleh Menggunakan Pisau?

Ajak Anak Memasak, Kapan Anak Boleh Menggunakan Pisau?

Health | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:31 WIB

Unggah Video Istri Masak Brownies, Hasil Akhirnya Malah Bikin Ngelus Dada

Unggah Video Istri Masak Brownies, Hasil Akhirnya Malah Bikin Ngelus Dada

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2020 | 15:55 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×