Menyantap Nasi Bakar Khas Labuan Bajo, Ditemani Matahari Tenggelam

Vania Rossa | Lilis Varwati
Menyantap Nasi Bakar Khas Labuan Bajo, Ditemani Matahari Tenggelam
Restoran La Cecile di Labuan Bajo. (Instagram/@lacecilehotel)

Pastikan Anda tak sendirian saat mengunjungi Restoran La Cecile di Labuan Bajo, karena panorama yang disuguhkan terlalu indah untuk dinikmati sendirian.

Suara.com - Pemandangan alam yang eksotis, lokasi yang strategis, dan menu makanan yang memanjakan lidah. Restoran La Cecile di Labuan Bajo, Flores, NTT, seakan memiliki paket lengkap sebagai tempat melepas lapar.

Nama restoran ini sudah santer di wilayah Labuan Bajo, sehingga tak akan menyulitkan Anda untuk menemukan restoran itu jika pergi menggunakan ojek atau mengandalkan maps dengan kendaraan pribadi.

Restoran La Cecile memang tak terlalu luas, dan sepertinya tak bisa menampung tambu hingga ratusan. Namun hal itu justru memberi kesan intim bagi Anda yang datang dengan keluarga atau kerabat dekat.

Anda bisa memilih duduk di meja dengan empat atau enam kursi di area beratap. Ada juga pilihan meja bar yang memanjang berbentuk huruf L menghadap ke arah laut.

Baca Juga: Mengintip Batu Cermin, Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo

Makanan di Restoran La Cecile. (Suara.com/Lilis Varwati)
Makanan di Restoran La Cecile. (Suara.com/Lilis Varwati)

Jika berkunjung sore hari, Anda bisa dimanjakan dengan pemandangan matahari tenggelam di sela-sela pulau dan siluet kapal yang tengah berlayar. Bisa jadi waktu yang tepat untuk berfoto.

Menu yang disajikan La Cecile sebenarnya cukup beragam. Mulai dari makanan dan minuman nusantara yang mainstream hingga aneka bir.

Tapi jika Anda bertanya kepala waiter apa yang paling direkomendasikan, pasti akan mendapat jawaban nasi kolo tibu dan minuman molas Bajo.

Nasi kolo tibu alias nasi bakar di Restoran La Cecile, Labuan Bajo. (Suara.com/Lilis Varwati)
Nasi kolo tibu alias nasi bakar di Restoran La Cecile, Labuan Bajo. (Suara.com/Lilis Varwati)

Kolo tibu sebenarnya nasi bakar khas Labuan Bajo. Bentuknya seperti lontong karena terbungkus kulit pisang. Tapi diletakan di atas piring dengan cara vertikal dan dimasukan ke dalam bambu.

Meski masaknya dibakar, begitu membuka bungkus nasi, akan terasa minyak yang membasahinya. Tapi uniknya, minyak ini tak terasa lengket ditenggorokan. Ada sedikit rasa rempah-rempah dan irisan daun bawang memanjang yang sangat tipis di sela-sela nasi, sehingga walaupun hanya makan nasi saja tak akan terasa hambar.

Baca Juga: Kiat Labuan Bajo Tampil Sebagai Destinasi Wisata Super Premium di Indonesia

Dalam satu piring terdapat ikan kuah asam yang segar ditambah kegurihan udang bumbu dan sayur singkong. Sekilas mungkin akan mengingatkan Anda dengan menu masakan khas rumah padang. Tetapi begitu dimakan seluruhnya dalam satu suapan, rasanya seperti pertama kali berkenalan dengan rasa yang baru.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS