Mengintip Batu Cermin, Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 14 September 2020 | 07:53 WIB
Mengintip Batu Cermin, Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo
Gua di Batu Cermin, Labuan Bajo. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Wisata Batu Cermin di Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dicanangkan akan jadi salah satu destinasi super prioritas dan termasuk dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Namun sebelum masuk dalam proyek pemerintah, Batu Cermin sebenarnya telah eksis di antara masyarakat lokal dan juga para wisatawan. Namun pengelolaan dan tata letak fasilitasnya masih acak.

"Dulu ada masa bangunan terdiri dari pusat informasi, kafetaria, loket tiket, gedung pengelolanya, semua tersebar tapi di area sini," papar Kepala satuan kerja pelaksanaan khusus pengembangan KSPN Labuan Bajo Denny Surya Martha saat dikunjungi media di kawasan pembangunan Batu Cermin, Labuan Bajo, Minggu (13/9/2020).

Atas arahan Presiden Joko Widodo, wisata Batu Cermin akhirnya didesain ulang dengan bantuan dari arsitek ternama Yori Antar. Ketika suara.com mengunjungi area proyek, nampak bangunan depan telah dibuat pondasi dan tiang-tiang. Dikatakan Denny bahwa bangunan itu akan digunakan sebagai loket tiket masuk, pusat informasi, toko sovenir, toilet, hingga tempat makan.

Batu Cermin termasuk dalam wisata geopark. Lokasi itu disebut merupakan bekas lautan yang mengering. Terdapat gua yang di dalamnya tersimpan fosil penyu, ikan, dan koral. Tapi jangan harap bisa menemukan cermin di dalam gua itu.

Disebutkan bahwa kenapa diberi nama Batu Cermin, lantaran di dalam gua bisa masuk cahaya matahari dari sela-sela batu, yang jika terdapat genangan air bekas hujan akan terpantulkan ke dinding gua.

Batu Payung di Batu Cermin, Labuan Bajo. (Suara.com/Lilis Varwati)
Batu Payung di Batu Cermin, Labuan Bajo. (Suara.com/Lilis Varwati)

Selain ke arah gua, ada tumpukan batu setinggi kurang lebih sepuluh meter yang diberi nama Batu Payung, menyesuaikan dengan bentuknya. Banyak versi cerita rakyat yang menggambarkan tentang batu tersebut. Namun belum ada penelitian khusus mengenai batu tersebut.

"Target akhir tahun 2020 (selesai), pembangunan sudah hampir 50 persen. Kendala teknis hanya di awal ketika ada Covid sangat mengganggu jadwal kita," katanya.

Akibatnya, pembangunan baru mulai dilakukan setelah lebaran, ketika bahan material juga pekerja telah bisa didatangkan ke area proyek.

Wisata Batu Cermin itu dibangun di atas lahan seluas 0,9 hektare. Areanya yang rimbun dan dikelilingi pohon bambu di sepanjang jalan menuju batu payung dan gua. Ketika angin berdesir akan terdengar gesekan daun bambu yang membuat Anda merasa ada di tengah hutan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiat Labuan Bajo Tampil Sebagai Destinasi Wisata Super Premium di Indonesia

Kiat Labuan Bajo Tampil Sebagai Destinasi Wisata Super Premium di Indonesia

Lifestyle | Minggu, 13 September 2020 | 18:30 WIB

Bakal Dijadikan Wisata Super Prioritas, Labuan Bajo Masih Banyak Sampah

Bakal Dijadikan Wisata Super Prioritas, Labuan Bajo Masih Banyak Sampah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2020 | 16:39 WIB

Begini Kondisi Kapal Wisata di Labuan Bajo Akibat Covid-19

Begini Kondisi Kapal Wisata di Labuan Bajo Akibat Covid-19

Video | Minggu, 13 September 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×