Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Telur Asin

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:09 WIB
Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Telur Asin
Ilustrasi telur asin. (Pixabay/veerasantinithi)

Suara.com - Telur asin yang menjadi kuliner ikonik Kabupaten Brebes dan populer hingga ke berbagai daerah lainnya di Indonesia ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Bukan cuma rasanya yang nikmat, nilai historis telur asin yang unik membuatnya kian istimewa terutama di masyarakat Indonesia. Hal inilah yang membuat telur asin Brebes kini ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kemdikbud pada 6-9 Oktober 2020.

Kabar yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial ini pun disambut positif oleh warganet. Diharapkan, penetapan ini bisa membuat telur asin semakin dikenal dan dilindungi.

Nah, untuk lebih mengenal kuliner satu ini, simak yuk beberapa fakta menarik dari telur asin, dikutip dari website resmi Warisan Budaya Kemdikbud.

1. Awalnya dibuat untuk persembahyangan
Telur asin pada mulanya merupakan bagian dari persembahyangan yang diperuntukkan bagi Dewa Bumi. Namun, proses komersialiasi telur asin dimulai pada era akhir 1950-an, yang dirintis oleh warga peranakan Tionghoa Brebes.

Beberapa generasi pengusaha telur asin perintis di Kabupaten Brebes diantaranya Tjoa, Lina Pandi. Melalui keluarganya wangsa Tjoa memulai penjualan telur asin dalam keluarga peranakan Tionghoa lainnya.

Kepiawaian warga Tionghoa dalam kuliner memang tak bisa dipungkiri. Proses pengasinan merupakan keahlian yang telah lama mereka kuasai, termasuk dalam pengasinan telur asin.

Booming bisnis telur asin tak hanya dimiliki oleh keturunan Tionghoa Peranakan. Beberapa mantan pekerja telur asin di keluarga Tionghoa membentuk usaha sendiri.

2. Ada ribuan peternak itik di Brebes
Daerah Kapubaten Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Data yang dirilis Dinas Peternakan Kabupaten Brebes tahun 2017, ada 1.778 peternak itik di Kabupaten Brebes. Mereka tersebar di 11 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Pola pengembangan budidaya ternak itik dilakukan dengan cara diangonkan (digembalakan) di bekas sawah yang telah panen. Kedua dengan cara dikandangkan (pangon), yang letaknya berdekatan dengan tepi sungai. Pola asupan makanan menjadi penting untuk jenis pembudidayaan pangon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Sebar Apem Keong Mas Boyolali Ditetapkan Sebagai WBTb

Tradisi Sebar Apem Keong Mas Boyolali Ditetapkan Sebagai WBTb

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2020 | 17:48 WIB

Mengintip Koleksi Warisan Budaya Indonesia di Museum Rautenstrauch-Joest

Mengintip Koleksi Warisan Budaya Indonesia di Museum Rautenstrauch-Joest

Video | Selasa, 13 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Bangga! Bahasa Melayu Pontianak Jadi Warisan Budaya Takbenda

Bangga! Bahasa Melayu Pontianak Jadi Warisan Budaya Takbenda

Kalbar | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 11:14 WIB

Terkini

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Ini 8 Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Ini 8 Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:34 WIB

Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama

Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:10 WIB

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:53 WIB

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:48 WIB

Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian

Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:47 WIB

Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah

Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:47 WIB

Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas

Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:45 WIB