Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Vania Rossa

Senin, 01 Juni 2026 | 17:28 WIB
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
Edukasi mangrove pada peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama IKI dan GIZ melibatkan 120 pelajar dalam edukasi lingkungan di TWA Angke Kapuk, Jakarta, pada 2026.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai fungsi ekosistem mangrove dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir Jakarta.
  • Program tersebut mendukung implementasi strategi IBSAP 2025-2045 untuk menyiapkan generasi muda sebagai pelopor konservasi keanekaragaman hayati masa depan.

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melibatkan ratusan pelajar dalam kegiatan edukasi lapangan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, sebagai bagian dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026.

Kegiatan yang digelar bersama The International Climate Initiative (IKI) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) tersebut bertujuan memperkuat literasi lingkungan generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

Sebanyak 120 siswa dan guru pendamping dari sejumlah SMA dan SMK di Jakarta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari SMAN 8 Jakarta, SMAN 78 Jakarta, SMAN 34 Jakarta, SMA 112 Jakarta, SMK Yadika 2, hingga SMA Islam Islamic Village.

Pemilihan TWA Angke Kapuk sebagai lokasi kegiatan dilakukan karena kawasan tersebut merupakan salah satu ekosistem mangrove perkotaan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenal berbagai jenis flora dan fauna pesisir, memahami fungsi mangrove dalam mencegah abrasi, serta mempelajari kemampuan ekosistem tersebut dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Program ini sejalan dengan implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045, khususnya upaya meningkatkan literasi lingkungan dan menyiapkan generasi muda sebagai pelopor konservasi keanekaragaman hayati di masa depan.

KLH menilai penguatan kesadaran lingkungan perlu dilakukan sejak dini melalui pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan agar pelajar dapat memahami pentingnya menjaga ekosistem secara lebih nyata.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area GIZ Indonesia, Gandabhaskara Saputra, mengatakan kegiatan di TWA Angke Kapuk menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diselenggarakan bersama KLH.

"Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup," ujarnya.

baca juga

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pengalaman langsung yang membantu mereka memahami fungsi ekosistem mangrove dan pentingnya konservasi lingkungan.

Salah seorang peserta, Vincent Suhardo dari SMK Yadika 2, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai manfaat mangrove bagi lingkungan pesisir.

"Saya jadi bisa paham soal mangrove yang sebelumnya saya tidak tahu. Saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur," katanya.

Hal serupa disampaikan Dhistie Aderusla, siswi SMA 112 Jakarta, yang mengaku semakin memahami berbagai jenis mangrove dan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

KLH berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra pembangunan dan sektor pendidikan, dapat terus memperluas kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda serta mendorong lahirnya agen perubahan yang berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wisata Mangrove Pantai Kelapa, Eksotisme Laut Lepas dan Satwa Jinak Tungkal

Wisata Mangrove Pantai Kelapa, Eksotisme Laut Lepas dan Satwa Jinak Tungkal

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:10 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB

Terkini

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

×