alexametrics

Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Vania Rossa | Lilis Varwati
Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat
Ilustrasi sampah rumah tangga / sampah dapur / sampah organik. (Shutterstock)

Tapi bukan sembarang lalat, melainkan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan.

Suara.com - Sampah organik biasanya dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah. Namun tidak semua sampah organik bisa dicampurkan dan menjadi kompos, terutama sampah basah sisa makanan seperti tulang dan sisa daging.

Meski begitu, jenis sampah organik tersebut masih bisa dimanfaatkan. Koordinator Organik Waste4Change Khairunnisa Y. Humaam menyampaikan, sampah basah bisa menjadi bahan makanan lalat jenis black soldier fly (BSF). Ia menjelaskan bahwa BSF merupakan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik dengan cara mengonversikan menjadi produk ramah lingkungan atau biorecyle.

"Di Waste4Change, kami memelihara dan budidaya lalat BSF. Lalat jenis itu akan menghasilkan larva yang akan makan sampah organik itu. Karakteristiknya, lalat BSF belum terbukti dapat menyebarkan penyakit. Jadi berbeda dengan lalat hijau yang sering hinggap di tumpukan sampah," papar Khairunnisa saat webinar bersama media, Senin (26/10/2020).

Lalat Black Soldier Fly. (Waste4Change)
Lalat Black Soldier Fly. (Waste4Change)

Siklus hidupnya yang singkat, hanya 40 hari, membuat lalat BSF mudah dibudidayakan dan tidak mencemari. Selain itu, menurut Khairunnisa, keberadaan lalat BSF secara tidak langsung bisa mengurangi populasi lalat penyakit.

Baca Juga: Pengolahan Pupuk Kompos Berbasis Desa Adat di Bali

"Mereka menyukai sampah organik basah apapun, terutama sisa makanan daging," ujarnya.

Budidaya BSF itu dinilai bisa menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA). Khairunnisa mengatakan, setengah dari kumpulan sampah di TPA berupa sampah organik yang berisiko memunculkan gas berbahaya untuk ozon bumi.

Sementara, dengan budidaya lalat BSF lebih sedikit emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Meski hidupnya singkat, setelah mati lalat BSF masih bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak, kata Khairunnisa.

"Secara nutrisi sebanding dengan pakan ternak pada umumnya. Limbah yang dihasilkan jadi sedikit," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Dimakan, Inilah yang Terjadi Ketika Makanan Dihinggapi Lalat

Komentar