Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 26 Oktober 2020 | 17:59 WIB
Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat
Ilustrasi sampah rumah tangga / sampah dapur / sampah organik. (Shutterstock)

Suara.com - Sampah organik biasanya dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah. Namun tidak semua sampah organik bisa dicampurkan dan menjadi kompos, terutama sampah basah sisa makanan seperti tulang dan sisa daging.

Meski begitu, jenis sampah organik tersebut masih bisa dimanfaatkan. Koordinator Organik Waste4Change Khairunnisa Y. Humaam menyampaikan, sampah basah bisa menjadi bahan makanan lalat jenis black soldier fly (BSF). Ia menjelaskan bahwa BSF merupakan jenis serangga yang dapat mengolah sampah organik dengan cara mengonversikan menjadi produk ramah lingkungan atau biorecyle.

"Di Waste4Change, kami memelihara dan budidaya lalat BSF. Lalat jenis itu akan menghasilkan larva yang akan makan sampah organik itu. Karakteristiknya, lalat BSF belum terbukti dapat menyebarkan penyakit. Jadi berbeda dengan lalat hijau yang sering hinggap di tumpukan sampah," papar Khairunnisa saat webinar bersama media, Senin (26/10/2020).

Lalat Black Soldier Fly. (Waste4Change)
Lalat Black Soldier Fly. (Waste4Change)

Siklus hidupnya yang singkat, hanya 40 hari, membuat lalat BSF mudah dibudidayakan dan tidak mencemari. Selain itu, menurut Khairunnisa, keberadaan lalat BSF secara tidak langsung bisa mengurangi populasi lalat penyakit.

"Mereka menyukai sampah organik basah apapun, terutama sisa makanan daging," ujarnya.

Budidaya BSF itu dinilai bisa menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA). Khairunnisa mengatakan, setengah dari kumpulan sampah di TPA berupa sampah organik yang berisiko memunculkan gas berbahaya untuk ozon bumi.

Sementara, dengan budidaya lalat BSF lebih sedikit emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Meski hidupnya singkat, setelah mati lalat BSF masih bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak, kata Khairunnisa.

"Secara nutrisi sebanding dengan pakan ternak pada umumnya. Limbah yang dihasilkan jadi sedikit," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral karena Lalat, Wapres AS Mike Pence Berubah Jadi Kostum Halloween

Viral karena Lalat, Wapres AS Mike Pence Berubah Jadi Kostum Halloween

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 14:03 WIB

Mudah Dilakukan, Ini Cara Atasi Sampah Organik di Rumah

Mudah Dilakukan, Ini Cara Atasi Sampah Organik di Rumah

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Jaga Lingkungan, Tasya Kamila Olah Sampah di Rumah Jadi Pupuk Kompos

Jaga Lingkungan, Tasya Kamila Olah Sampah di Rumah Jadi Pupuk Kompos

Lifestyle | Selasa, 22 September 2020 | 17:45 WIB

Terkini

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

×