Pariwisata Sepi karena Pandemi, Agoda PHK 1.500 Karyawan

M. Reza Sulaiman | Luthfi Khairul Fikri
Pariwisata Sepi karena Pandemi, Agoda PHK 1.500 Karyawan
Ilustrasi PHK (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku usaha melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan, termasuk Agoda.

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku usaha melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan.

Salah satunya adalah Agoda, platform pemesanan akomodasi online yang mengambil keputusan berat dengan merumahkan 1.500 karyawan.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan saat melakukan diskusi bersama awak media secara virtual yang dilaksanakan pada Selasa (27/10/2020).

"Agoda sama dengan perusahaan-perusahaan yang lain terdampak Covid-19. Kami pun secara global melakukan PHK besar-besaran sebanyak 1.500 orang dan termasuk untuk di kantor Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Di Libur Panjang, Tempat Wisata Ini Harus Jalankan Protokol Kesehatan

Lebih lanjut kata dia, saat ini Agoda hanya memiliki 4.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Sementara, di Indonesia cuma mempekerjakan 45 karyawan yang terbagi di kantor Jakarta dan Bali.

Sementara, Gunawan menambahkan bisnis Agoda menurun secara global dan berpengaruh signifikan karena saat masa pandemi masih dalam close order.

Dan, untuk itu Agoda sangat bergantung dengan pasar domestik, tentunya Indonesia salah satu pasar penting buat Agoda

"Bagi kami pasar domestik memiliki animo besar dan dalam survei kami tercatat mencapai 76 persen pasar di Indonesia. Tentu ini sangat baik tapi wisatawan juga harus mentaati peraturan protokol kesehatan standar pemerintah.” Tegas dia.

Baca Juga: Liburan Semakin Nyaman, Agoda Luncurkan GoLocal Tonight dan Hygine Plus

Tak hanya itu, Demi membangkitkan kembali gairah pariwisata Indonesia yang sempat lesu akibat Covid-19, Agoda meluncurkan fitur terbaru mereka yakni GoLocal Tonight dan juga Hygine Plus.

Komentar