Penampakan Sabun Mewah Rp 40 Juta per Batang, Dibuat dari Emas dan Berlian

Arendya Nariswari, Amertiya Saraswati

Selasa, 24 November 2020 | 20:44 WIB
Penampakan Sabun Mewah Rp 40 Juta per Batang, Dibuat dari Emas dan Berlian
Ilustrasi Sabun Termahal (Unsplash/Paul Gaudriault)

Suara.com - Sabun merupakan salah satu produk perawatan tubuh yang biasa ditemukan sehari-hari. Normalnya, sabun juga bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Namun, lain halnya dengan sabun yang dibuat oleh pabrik Bader Hassen & Sons satu ini. Sabun tersebut diklaim sebagai sabun termahal di dunia.

Melansir Oddity Central, sabun tersebut dinamai Khan Al Saboun. Perusahaan yang membuatnya memang dikenal memproduksi sabun dan skincare mewah.

Sabun termahal tersebut dijual di toko-toko mewah di Dubai dan UAE. Harga per batangnya dapat mencapai USD 2.800 atau Rp 39,8 juta.

Sabun mewah ini pertama dibuat di tahun 2013, sebagai hadiah untuk Ibu Negara Qatar. Beda dengan sabun lainnya, Khan Al Saboun mengandung bubuk emas dan berlian. Karena dibuat dari emas, sabun ini sepintas terlihat seperti potongan keju.

Sabun termahal di dunia dari emas dan berlian (instagram.com/beirutcomwebsite)
Sabun termahal di dunia dari emas dan berlian (instagram.com/beirutcomwebsite)

Biasanya, Khan Al Saboun juga diberikan ke tamu-tamu penting dan selebritas. Salah satu yang pernah menerimanya adalah aktris Bahrain, Shaila Sabt.

Sabun tersebut juga sering dihiasi dengan nama penerimanya, kemudian diberi plakat emas 24 karat.

Tak cuma mirip keju, sabun termahal ini juga punya tekstur kasar karena mengandung bubuk emas dan berlian.

Namun, CEO dari Bader Hassen & Sons yaitu Amir Hasen menyatakan bahwa sabun tersebut tidak melukai kulit. Sebaliknya, tekstur kasar tersebut memberikan sensasi yang menyenangkan di kulit.

baca juga

"Ini adalah jenis sabun yang membuat rutinitas sehari-harimu menjadi menyenangkan," ungkap Amir Hasen.

Sabun termahal di dunia dari emas dan berlian (youtube.com/Bader hassoun ecovillage)
Sabun termahal di dunia dari emas dan berlian (youtube.com/Bader hassoun ecovillage)

"Sabun ini tidak menjadi yang termahal hanya karena terbuat dari emas dan berlian, ini benar-benar spesial. Sabun ini mengandung efek psikologis dan spititual."

Selain emas dan berlian, sabun ini juga mengandung minyak zaitun, madu organik, dan kurma.

Sayangnya, tidak diketahui pasti di mana sabun termahal di dunia ini bisa dipesan atau dibeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat, Ini Ciri Sabun Kedaluwarsa

Catat, Ini Ciri Sabun Kedaluwarsa

Sumsel | Selasa, 24 November 2020 | 15:06 WIB

Jadi Bahan Skincare, 4 Tanaman Ini Jadi Andalan untuk Perawatan Kecantikan

Jadi Bahan Skincare, 4 Tanaman Ini Jadi Andalan untuk Perawatan Kecantikan

Banten | Selasa, 24 November 2020 | 14:34 WIB

Demi Hobi, Pria Ini Rela Tukarkan Emas Batangan dengan Ikan Cupang

Demi Hobi, Pria Ini Rela Tukarkan Emas Batangan dengan Ikan Cupang

Jatim | Selasa, 24 November 2020 | 13:48 WIB

Terkini

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:51 WIB

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Negara Tetangga Angkat Topi Usai Kevin Diks Ditunjuk Jadi Wakil Kapten Borussia Monchengladbach

Negara Tetangga Angkat Topi Usai Kevin Diks Ditunjuk Jadi Wakil Kapten Borussia Monchengladbach

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:45 WIB

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:37 WIB

×