Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB
CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan catatan kritis terhadap rencana pemerintah membatasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Foto Suara.com/AI
baca 10 detik
  • CORE minta pemerintah pakai data per kapita BPS untuk pembatasan Pertalite.
  • Kriteria kendaraan dan desil pengguna dinilai bisa menekan kebocoran subsidi.
  • Data Regsosek dan DTKS harus terus diperbarui agar subsidi tepat sasaran.

Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan catatan kritis terhadap rencana pemerintah membatasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan kriteria kendaraan dan tingkat kesejahteraan pengguna.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai akurasi data menjadi kunci agar kebijakan pembatasan Pertalite tidak justru salah sasaran. Menurut dia, pemerintah sebaiknya menggunakan basis data kependudukan per kapita dari Badan Pusat Statistik (BPS), bukan semata-mata data berbasis kepala keluarga dalam Data Tunggal Sosio Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Asalkan desilnya bukan seperti yang dari DTSEN, tetapi desil yang betul-betul dari BPS. Kalau BPS itu berdasarkan per kepala, sedangkan DTSEN berdasarkan kepala keluarga. Kalau melihat rentang per desilnya dari DTSEN, jadi agak rancu," ujar Faisal saat dihubungi Suara.com, Senin (24/8/2026).

Faisal mengatakan penggunaan data individu yang akurat diperlukan untuk menentukan siapa yang benar-benar berhak memperoleh BBM bersubsidi. Dengan begitu, pembatasan Pertalite dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan subsidi.

Selain itu, dia mendorong pemerintah terus memperbarui data pada Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemutakhiran data dinilai penting karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga data penerima subsidi tidak boleh bersifat statis.

Di sisi lain, Faisal menilai rencana pemerintah menggabungkan indikator tingkat kesejahteraan pengguna dengan kriteria fisik kendaraan merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, hanya mengandalkan data kesejahteraan pengguna berpotensi membuka celah penyalahgunaan subsidi. Misalnya, masyarakat dari kelompok ekonomi lebih mampu dapat memanfaatkan identitas masyarakat dari kelompok ekonomi bawah untuk membeli Pertalite.

"Kalau hanya berdasarkan orangnya (desil) tanpa melihat kendaraannya, ada potensi orang dari desil tinggi yang tidak layak justru 'menitipkan' kendaraannya kepada orang dari desil rendah untuk membeli BBM bersubsidi," jelas Faisal.

Karena itu, identitas pengguna atau pemilik kendaraan dan spesifikasi kendaraan perlu dikunci secara bersamaan dalam sistem penyaluran subsidi.

baca juga

Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang bagi praktik penyalahgunaan subsidi sekaligus memastikan Pertalite benar-benar dinikmati kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pemerintah.

Meski demikian, Faisal mengingatkan pemerintah tetap perlu mengantisipasi berbagai celah pelanggaran di lapangan. Akurasi basis data, mekanisme verifikasi, serta pengawasan distribusi akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembatasan Pertalite.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun

RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:53 WIB

RAPBN 2027: Anggaran TKD Era Menkeu Purbaya Lebih Kecil Dibanding Sri Mulyani

RAPBN 2027: Anggaran TKD Era Menkeu Purbaya Lebih Kecil Dibanding Sri Mulyani

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:45 WIB

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

×