Emisi Karbon Turun Berkat Pandemi, Pakar Dorong Percepatan Transisi Energi

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:30 WIB
Emisi Karbon Turun Berkat Pandemi, Pakar Dorong Percepatan Transisi Energi
Ilustrasi emisi karbon (Shutterstock).

Suara.com - Menurut analisa Nature Climate Change, karantina global yang terjadi untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 membuat produksi emisi karbon di dunia mengalami penurunan.

Untuk itu pakar menilai bahwa saat ini adalah momentum yang tepat mengembangkan energi bersih salah satunya lewat penggunaan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Hal tersebut dituturkan oleh pakar komunikasi hijau Wimar Witoelar. Katanya, pandemi bisa menjadi momentum transisi penggunaan energi terbarukan yang lebih masif. 

"Pengembangan energi terbarukan seperti PLTA memiliki banyak nilai positif. Antara lain, mendukung pemulihan ekonomi dunia akibat dampak pandemi dengan ekonomi hijau, dan mempercepat transisi ke energi bersih untuk mengurangi emisi karbon," jelas Wimar melalui siaran tertulis yang diterima Suara.com baru-baru ini.

Apalagi, Indonesia dianggap memiliki potensi energi terbarukan yang besar mencapai 442 GW, dengan salah satunya berupa energi air mencapai 75 ribu MW. Salah satu upaya pemanfaatan energi terbarukan di program strategis nasional adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 MW di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Di sisi lain, kajian International Hydropower Association (IHA) menunjukkan bahwa PLTA menjadi produsen energi yang memiliki ketahanan tinggi di tengah pandemi Covid-19.

PLTA juga memainkan peran penting menyediakan energi bersih dan terjangkau dalam krisis pandemi yang sekarang melanda dunia serta bisa menjadi solusi penanganan perubahan iklim. 

Baru-baru ini Ketua Asosiasi Pengembang PLTA Riza Husni juga mengatakan jika potensi energi terbarukan dari hidro di Indonesia memiliki daya minimal 75 giga watt. 

"Skala kecil, di mana investasinya bisa dilakukan perusahaan dalam negeri/ nasional/ daerah/ itu setidaknya bisa 7 Giga Watt. Namun setelah 16 tahun dijalankan, cuma terbangun kurang 0,4 giga watt," ungkapnya.

baca juga

Energi terbarukan hidro sebenarnya sudah murah, kata dia. Sayangnya metode tersebut dianggap kurang menguntungkan bila dibandingkan energi batubara yang dinilai masih lebih murah. 

Padahal, pengembangan energi terbarukan sangat penting untuk upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon dari sektor energi.

Selama ini penggunaan energi fosil untuk menghasilkan energi listrik menjadi salah satu sumber emisi terbesar dunia yang menjadi menjadi pemicu perubahan iklim. Karena itu, kata dia keterpihakan pemerintah terhadap energi terbarukan harus lebih serius lagi, layaknya pembangunan infrastuktur jalan tol. 

"Kembali ke komitmen, bahwa pemerintah sudah menyetujui dan telah tanda tangan dihadapan internasional  bahwa di tahun 2025, energi terbarukan mencapai 25 persen dari keseluruhan energi,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipakai untuk Obat di China, Jatim Ekspor Tokek Kering 2,9 Ton

Dipakai untuk Obat di China, Jatim Ekspor Tokek Kering 2,9 Ton

Jatim | Senin, 30 November 2020 | 19:58 WIB

Pasien Covid-19 di Banyumas Tak Tertampung, Pemkab Siapkan Rumah Karantina

Pasien Covid-19 di Banyumas Tak Tertampung, Pemkab Siapkan Rumah Karantina

Jawa Tengah | Senin, 30 November 2020 | 13:53 WIB

Angka Kasus Corona RI Melesat Lagi, Epidemiolog: Ini Pecah Rekor Kegagalan

Angka Kasus Corona RI Melesat Lagi, Epidemiolog: Ini Pecah Rekor Kegagalan

Jakarta | Senin, 30 November 2020 | 13:31 WIB

Terkini

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:18 WIB

BNI wondrX Gratis, Hadirkan Kesempatan Ikut Lelang Rejeki wondr Setiap Hari

BNI wondrX Gratis, Hadirkan Kesempatan Ikut Lelang Rejeki wondr Setiap Hari

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang: Sempat Ricuh, Kini Situasi Kembali Kondusif

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang: Sempat Ricuh, Kini Situasi Kembali Kondusif

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear

Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear

Sulsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:53 WIB

5 Cara Membaca Jam Analog dengan Mudah, Kenali Ketiga Fungsi Jarum

5 Cara Membaca Jam Analog dengan Mudah, Kenali Ketiga Fungsi Jarum

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari

Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Pakai Beskap Biru Dongker, Prabowo Jadi Saksi Akad Nikah Sespri Rizky Irmansyah di JCC Senayan

Pakai Beskap Biru Dongker, Prabowo Jadi Saksi Akad Nikah Sespri Rizky Irmansyah di JCC Senayan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman

Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain

Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:30 WIB

×