Begini Cara Taiwan Atasi Pandemi Menurut Orang yang Pernah Datang Ke Sana

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:43 WIB
Begini Cara Taiwan Atasi Pandemi Menurut Orang yang Pernah Datang Ke Sana
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia. Namun, beberapa negara disebut telah berhasil mengendalikan situasi pandemi, dan orang-orang di sana telah kembali ke kehidupan yang normal selama beberapa waktu. Salah satunya adalah Taiwan.

Negara berpenduduk sekitar 23,6 juta jiwa ini hanya memiliki total 720 kasus Covid-19 dengan angka kematian hanya 7. Inilah yang membuat Taiwan dikatakan berhasil mengatasi pandemi, karena penduduknya sudah kembali ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

Ya, kita semua tentu bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa melakukannya? Jawabannya relatif sederhana, yakni kebijakan yang ketat. Itulah yang dibagikan oleh pengguna Twitter @thatalicewu baru-baru ini.

Dilansir dari Bored Panda, dalam sebuah utas di Twitter, perempuan tersebut mengatakan jika dirinya baru saja melakukan perjalanan ke Taiwan dan memutuskan untuk membagikan pengalamannya selama berada di sana.

Utas perempuan itu yang bercerita mengenai langkah-langkah Taiwan menangani situasi Covid-19 dengan cepat menjadi viral dan saat ini memiliki hampir 43 ribu likes dan lebih dari 13 ribu retweet.

Utas Twitter mengenai cara Taiwan atasi pandemi. (Twitter)
Utas Twitter mengenai cara Taiwan atasi pandemi. (Twitter)

Perempuan bernama Alice itu menyebut bahwa pemerintah negara tersebut akan melacak semua orang yang datang ke negara itu melalui ponsel mereka. Setelah melewati bandara, setiap pelancong akan disediakan mobil "aman COVID" yang mengantarkan mereka ke rumah atau hotel untuk karantina selama dua minggu.

"Setelah melewati bagian imigrasi dan bagasi, kami diharuskan untuk menumpang mobil keamanan "covid-safe" yang disetujui pemerintah ke hotel tempat kami karantina. (Jika Anda orang lokal, Anda dapat mengisolasi diri di rumah.) Tidak meninggalkan kamar (atau rumah) selama 15 hari Bukan untuk jalan-jalan - tidak ada," tulisnya.

Saat seseorang dikarantina di hotel, semua makanan ditinggalkan di luar pintunya. Tidak ada kontak langsung dengan siapa pun. Selain itu, setiap hari, seseorang menerima telepon dari departemen kesehatan yang memeriksa kesehatan mereka. Setelah 15 hari dalam isolasi, orang itu bebas untuk pergi.

Dan karena kebanyakan orang akan secara sukarela mendaftar untuk pelacakan kontak, jadi jika ada yang memutuskan untuk tidak melakukan karantina, pemerintah akan melihat pergerakan mereka dan orang tersebut dapat didenda dan membayar sejumlah besar uang.

baca juga

"Kapanpun jika Anda melanggar karantina yang dapat mereka ketahui dari pergerakan ponsel Anda, Anda dapat didenda 10-30 ribu. Mereka cukup serius dalam hal ini. Kemudian lagi, mereka tidak memiliki kasus dalam 200 hari. Dan setiap orang telah menjalani hidup mereka dengan bebas sejak Februari," tulisnya lagi.

Dan bahkan dengan situasi yang sebagian besar sudah beres, orang-orang di Taiwan masih dengan sukarela memilih untuk memakai masker di tempat umum, untuk berjaga-jaga.

"Saya kira ini bisa menjadi hidup kita juga," tambah perempuan itu

Kisah yang menginspirasi inipun mendapat berbagai komentar dari warganet. Namun, tak semuanya menanggapi hal ini secara positif, karena menurut banyak warganet, cara tersebut telah merampas kebebasan tiap orang.

"Kedengarannya seperti sistem yang sangat efisien untuk menangani pandemi yang memungkinkan orang melanjutkan hidup mereka. Jika Barat akan mencoba ini, sebagai gantinya mereka akan mengeluh "kebebasan !!!" bukankah itu menarik," cuit @myenimtown.

"Sepupu saya dan istrinya tinggal di sana, selama berbulan-bulan saya iri dengan bukti fotografis tentang tanggapan yang kompeten (dari pemerintah)," kata @adwyer924.

"Terima kasih telah memberi kami gambaran sekilas tentang memasuki Taiwan dan bagaimana mereka berhasil mengendalikan pandemi secara wajar," tulis @Silklink.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Cowok 5 Tahun Jagain Jodoh Orang, Ternyata Rekayasa

Viral Video Cowok 5 Tahun Jagain Jodoh Orang, Ternyata Rekayasa

Kalbar | Jum'at, 11 Desember 2020 | 14:55 WIB

Keren Abis! Viral Lukisan Potret Wajah Jokowi di Tembok Pakai Lakban Hitam

Keren Abis! Viral Lukisan Potret Wajah Jokowi di Tembok Pakai Lakban Hitam

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 14:48 WIB

Video Toyota Avanza Jalan ZigZag Jadi Sorotan, Endingnya Mengenaskan

Video Toyota Avanza Jalan ZigZag Jadi Sorotan, Endingnya Mengenaskan

Otomotif | Jum'at, 11 Desember 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:46 WIB

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

Keberadaan Teddy Indra Wijaya Dicari-cari Publik Usai Skandal Penyadapan Prabowo

Keberadaan Teddy Indra Wijaya Dicari-cari Publik Usai Skandal Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 14:40 WIB

×