Manfaat Urban Farming Selama Pandemi, Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan!

M. Reza Sulaiman, Luthfi Khairul Fikri

Jum'at, 18 Desember 2020 | 20:16 WIB
Manfaat Urban Farming Selama Pandemi, Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan!
Ilustrasi berkebun di rumah alias urban farming. (Pexels/Cottonbro)

Suara.com - Urban Farming alias berkebun dan bertani di rumah menjadi populer di tengah pandemi Covid-19.

Ya, keterbatasan selama pandemi menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa atau area rootop, berkebun di rumah merupakan solusi metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

Tidak hanya budidaya tanaman hias, kekinian berkebun juga dilakukan menggunakan buah hingga sayuran yang bisa dimakan. Sejumlah sayuran mulai dari pakcoy, sawi, hingga kangkung bisa ditanam sendiri di rumah tanpa perlu memiliki halaman yang luas.

"Urban Farming menjadi salah satu solusi ketahanan pangan di masyarakat perkotaan," ujar Co-Founder Citi Grower, Asriyantie dalam webinar Suara.com dengan tema Tren Urban Farming di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya, urban farming saat di masa pandemi memiliki potensi besar di Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian di angka 16 persen. Hal itu perlu masyarakat sadari betapa pentingnya berkebun di perkotaan.

Tak hanya itu, beragam manfaat urban farming seperti sebagai ekologi, edukasi, estetika dan ekonomi. Lebih lanjut kata dia bahwa, urban farming ini juga tergolong murah, mudah dan menyenangkan saat dilakukan.

"Asal kita mau melatihnya dan terus mencoba, tanah Indonesia sangat melimpah dengan beragam manfaat. Apalagi kalau hingga akhirnya bisa berhasil itu akan membuat senang dan rasanya beda kaya ada kepuasan tersendiri," jelasnya.

Komunitas Berkebun Indonesia, Winartania Massie menerangkan semakin besar kota itu semakin besar pangannya. Dengan urban Farming maka akan mendapatkan banyak sisi positifnya pada lingkungan sekitar dan keluarga.

baca juga

"Secara sosial kita juga bisa menghasilkan oksigen untuk bumi, dan ini tentu akan berdampak baik untuk semuanya," ungkap dia.

Dalam melaksanakan urban farming, pertama yang perlu disiapkan itu adalah niat, dan media tanam serta tempat sinar matahari, air dan bibit tanaman tersebut. Dan, disarankan sebaiknya menanam tanaman yang disukai seperti buah-buahan dan bunga hingga terbentuk simbiosis mutualisme.

"Contoh tanaman yang mudah untuk berkebun seperti katuk, cabai, bayam, kangkung dan disesuaikan yang dikonsumsi oleh keluarga," beber Wina.

Sementera itu, pelaku urban farming & Owner Yourmontera.id, Rini Indarto mengaku giat dengan melakukan urban farming mulai senang dengan tanaman hias sejak usia muda, makanya banyak sekali yang sudah ia dapat.

"Monstera ini yang berhasil, saya pelihara dari kecil hingga berkembang bisa dengan merawatnya penuh cinta. Dan, saya suka ngajak ngobrol dengan tanaman, karena dengan begitu membuat tanaman seolah hidup dan bisa berbicara," terangnya.

Baginya, urban farming ini awalnya hanya sebatas hobi tetapi karena semakin terus banyak, berkembang dan bertambah, membuat ia terpikirkan untuk menjualnya.

Hingga pada akhirnya sukses berkebun dan memiliki omzet luar biasa dari penjualan tanaman hiasnya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:45 WIB

Tak Sekadar Umbi Pekarangan, Kimpul Berpotensi Jadi Pangan Bebas Gluten

Tak Sekadar Umbi Pekarangan, Kimpul Berpotensi Jadi Pangan Bebas Gluten

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:50 WIB

Bulog dan Kemenko Pangan Bagikan Langsung 7.542 Ton Beras Bantuan Pangan di Kediri

Bulog dan Kemenko Pangan Bagikan Langsung 7.542 Ton Beras Bantuan Pangan di Kediri

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:31 WIB

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:15 WIB

KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo

KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×