Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Vania Rossa

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:49 WIB
Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi tidur sambil berjalan (Pixabay/Engin_Akyurt)

Suara.com - Tidur sambil berjalan alias sleeping walking kerap dialami oleh seseorang. Ini merupakan gangguan tidur di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur nyenyak. Dan kebiasaan tidur sambil berjalan ini rupanya bisa dialami berbagai kalangan usia, meski kasus paling banyak terjadi pada anak-anak. Namun, gangguan ini akan menghilang seiring proses pertumbuhan.

Tapi sebenarnya, apa yang memicu terjadinya gangguan tidur sambil berjalan ini?

Dilansir dari laman NHS, hingga saat ini belum ada penyebab pasti gangguan tidur sambil berjalan. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat memicu, di antaranya:

  • Stres dan kecemasan
  • Kurang tidur
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Menggunakan narkotika
  • Demam
  • Terkejut suara dan sentuhan tiba-tiba
  • Gangguan tidur lain yang dapat menyebabkan sering terbangun secara tiba-tiba di malam hari, seperti apnea tidur obstruktif dan sindrom kaki gelisah, juga dapat memicu gangguan tidur sambil berjalan

Dalam beberapa kasus, gangguan ini terjadi selama 10 menit. Namun, ada beberapa kasus yang bisa menyebabkan lebih dari waktu tersebut. Selain itu, saat berjalan dalam kondisi tidur ini, biasanya orang yang mengalaminya akan keliling sekitar rumah dengan mata tertutup. Namun jika kondisinya sudah sangat ekstrim, bisa saja seseorang tersebut berjalan ke arah luar rumah bahkan mengendarai kendaraan.

Orang yang mengalami gangguan tidur sambil berjalan ini biasanya tidak akan mengingat kejadian tersebut saat terbangun di pagi hari. Hanya saja ia akan merasa bingung apa yang telah terjadi pada dirinya.

Hal terbaik yang harus dilakukan untuk orang-orang yang mengalami gangguan ini adalah dengan membuatnya merasa aman. Saat melihatnya sedang tidur sambil berjalan, usahakan membimbingnya dengan lembut menuju tempat tidurnya kembail. Jangan berteriak dan mengejutkan orang yang mengalami gangguan ini.

Dalam kasus gangguan ini, tidak ada perawatan khusus. Tetapi beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan ini, di antaranya.

  1. Coba untuk pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam
  2. Memastikan kamar tidur gelap dan tenang saat pergi tidur
  3. Batasi minuman sebelum tidur, terutama yang mengandung kafein, dan pergi ke toilet sebelum tidur
  4. Temukan cara untuk bersantai sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, atau menarik napas dalam
  5. Saat orang sudah mengetahui siklus tidur sambil berjalan ini, usahakan pada jam-jam di mana ia akan melakukan tidur sambil berjalan, bangunkan dirinya saat itu. Hal itu akan mengubah pola tidur yang biasa dialaminya.

Beberapa hal di atas dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan tidur sambil berjalan ini. Di sisi lain diperlukan konsultasi dengan dokter jika gangguan ini tidak kunjung menghilang. (Fajar Ramadhan)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Remaja Kebanyakan Konsumsi Junk Food Berisiko Alami Gangguan Tidur

Studi: Remaja Kebanyakan Konsumsi Junk Food Berisiko Alami Gangguan Tidur

Health | Kamis, 24 Desember 2020 | 19:22 WIB

Studi: Gangguan Tidur Remaja Bisa Tingkatkan Masalah dan Respons Depresi

Studi: Gangguan Tidur Remaja Bisa Tingkatkan Masalah dan Respons Depresi

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 10:22 WIB

Sering Bangun Tidur dengan Mulut Kering? Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea!

Sering Bangun Tidur dengan Mulut Kering? Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea!

Health | Rabu, 02 Desember 2020 | 12:07 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×