Cuma Kaus Putih, Apa Bedanya Harga Rp 50 Ribu dengan Rp 500 Ribu?

Vania Rossa

Kamis, 28 Januari 2021 | 16:28 WIB
Cuma Kaus Putih, Apa Bedanya Harga Rp 50 Ribu dengan Rp 500 Ribu?
Ilustrasi kaus putih. (Elements Envato)

Suara.com - Kaus putih adalah outfit basic yang pasti dimiliki hampir setiap orang. Tapi, tidak semua kaus putih (polos) harganya sama. Ada yang dijual dengan harga Rp 50 ribu, dan tak sedikit juga kaus putih polos keluaran butik ternama yang dijual dengan harga Rp 500 ribu. Apa bedanya?

Sebelum Anda emosi karena menganggap Rp 500 ribu adalah harga yang tak masuk akal untuk kaus putih polos yang tampak sama di mata Anda, ada baiknya Anda harus tahu beberapa faktor yang terlibat dalam menentukan harga kaus putih polos. Beberapa faktor mungkin tidak terpikirkan oleh konsumen saat berbelanja.

Segala sesuatu tentang kaus putih tersebut, mulai dari jenis kain, proses pembuatan, hingga merek, dapat memengaruhi harganya.

Lalu, bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita bayarkan sepadan dengan yang kita dapat? Jangan-jangan, kita membayar terlalu mahal untuk sepotong kaus putih polos yang tak terlalu berkualitas. Nah, supaya Anda tidak penasaran lagi, simak penjelasan pakar di bawah ini, yang dilansir dari laman Huffpost berikut.

1. Faktor bahan baku
“Kain adalah komponen biaya terbesar dari sebagian besar pakaian yang dikenakan,” kata Margaret Bishop, seorang profesor di Parsons School of Design di The New School dan di The Fashion Institute of Technology, kepada HuffPos.

Kain katun, misalnya, yang merupakan salah satu kain yang paling umum digunakan untuk membuat kaus putih. Preeti Gopinath, profesor tekstil dan direktur program tekstil MFA di Parsons School of Design di The New School, menjelaskan bahwa kualitas kapas yang bagus harganya akan lebih mahal daripada kapas berkualitas rendah.

Pemeringkatannya, katanya, biasanya didasarkan pada panjang stapel, yang merupakan panjang setiap serat di kain. Semakin panjang seratnya, semakin halus benang tersebut. Jika seratnya pendek, banyak serat pendek yang melilit dan Anda akan memiliki lebih banyak sambungan pada benang, membuat kain tersebut memiliki lebih banyak tekstur (kurang lembut).

Kemudian, ada juga serat bermerek yang harganya lebih mahal daripada serat yang tidak bermerek (kasusnya mirip seperti obat generik versus obat bermerek).

Proses yang disebut carding dan combing juga menambah biaya pada produk akhir. Kapas carding adalah proses standar menyikat serat sebelum dipelintir menjadi benang. Itu dapat diikuti dengan menyisir, yang menghilangkan potongan pendek pada benang dan memberikan hasil akhir kain yang halus, kata Gopinath. Proses menyisir ini menghasilkan benang yang lebih halus dan berkualitas lebih tinggi, yang menjadikan harganya juga lebih mahal.

baca juga

Di atas semua itu, Bishop dan Gopinath mencatat, jika kaus putih terbuat dari kapas 100 persen organik, itu juga akan membuatnya harga semakin mahal. Sebaliknya, kaus yang terbuat dari campuran kain katun dan kain sintetis, seperti poliester, kemungkinan besar akan lebih murah.

2. Faktor proses produksi
Tenaga kerja yang terlibat dalam pembuatan kaus dan negara tempat pembuatannya, juga berperan dalam menentukan harga suatu produk.

Menurut Bishop, "Banyak orang keliru mengira biaya tenaga kerja membuat perbedaan besar dalam biaya kaus, tetapi tenaga kerja adalah bagian yang sangat kecil dari keseluruhan biaya pakaian."

Skala ekonomi juga berperan dalam menentukan harga kaus. Artinya, jika sebuah perusahaan memproduksi 10.000 potong kaus, itu akan lebih murah daripada hanya memproduksi 10 kaus, jelas Gopinath.

Dan tak sedikit juga orang yang mengira negara tempat produksi kaus memainkan peran dalam menentukan harga. Buktinya, banyak orang beranggapan kaus "Made in America" memiliki harga lebih mahal. Tetapi menurut Bishop, tidak selalu demikian. Dia mengatakan bahwa dalam beberapa penelitiannya, dia menemukan bahwa orang dapat memproduksi kaus di Amerika Serikat dengan harga terjangkau namun tetap menghasilkan keuntungan.

Dan jangan lupa juga dengan bea masuk dan biaya pengiriman. Menurut Bishop, bea masuk pakaian ditentukan oleh jenis pakaian, kandungan serat, dan negara pembuatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Koleksi Kaus Branded Amanda Manopo, Ada yang Harganya Hampir Rp13 Juta

6 Koleksi Kaus Branded Amanda Manopo, Ada yang Harganya Hampir Rp13 Juta

Lifestyle | Kamis, 28 Januari 2021 | 16:09 WIB

Kaus Polos Aurel Hermansyah Curi Perhatian, Harganya Bikin Nggak Tahan

Kaus Polos Aurel Hermansyah Curi Perhatian, Harganya Bikin Nggak Tahan

Lifestyle | Rabu, 20 Januari 2021 | 14:48 WIB

4 Koleksi Baju Murah Rafathar, Ada yang Harganya Nggak Sampai Rp80 Ribu

4 Koleksi Baju Murah Rafathar, Ada yang Harganya Nggak Sampai Rp80 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:40 WIB

Terkini

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

×