alexametrics

Tak Melulu Indah, Ini 10 Penyesalan Terbesar yang Terjadi akibat Nikah Muda

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Tak Melulu Indah, Ini 10 Penyesalan Terbesar yang Terjadi akibat Nikah Muda
Ilustrasi nikah muda

Meski banyak yang menikah muda, tidak sedikit pula yang menyesal.

Suara.com - Pernikahan merupakan momen yang harus dipikirkan matang-matang sebelum dijalani. Mayoritas orang tentu ingin agar pernikahan berlangsung sekali seumur hidup.

Di sisi lain, jumlah orang yang berminat nikah muda juga tidak sedikit. Meski tak ada salahnya menikah muda, keputusan ini harus dipertimbangkan baik-baik agar tak menyesal nanti.

Melansir laman Best Life, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah fakta bahwa pasangan akan berubah. Mulai dari kebiasaan hingga prioritas, banyak perubahan yang berujung pada penyesalan menikah muda.

Dirangkum Suara.com, inilah beberapa penyesalan terbesar yang sering dialami orang-orang karena nikah muda. Apa saja?

Baca Juga: Pamer Surat Izin Nikah, Nama Asli Kalina Oktarani Bikin Salfok

Ilustrasi pasangan berhubungan seks atau bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan berhubungan seks atau bercinta. (Shutterstock)

1. Menikah berdasarkan ketertarikan fisik saja

Saat masih muda, pernikahan bisa saja didasari pada ketertarikan fisik dan seksual. Padahal, kalian akan berbagi hidup dan bukan hanya masalah ranjang.

"Orang muda seringnya menaruh terlalu banyak rasa percaya pada seks, dan hal itu mungkin disesali nanti," ujar psikolog Andrea Herber.

Tentu saja, hubungan intim juga penting. Namun, hubungan seksual hanyalah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

2. Menikah karena tidak ingin mengecewakan pasangan

Baca Juga: Berani Kotor, Pasangan Ini Tetap Gelar Pernikahan meski Banjir Menggenang

Dorongan untuk menikah muda kadang muncul karena rasa takut terhadap konflik atau tuntutan pasangan.

Karena tidak mau mengecewakan, seseorang akan setuju untuk menikah. Namun, keputusan yang didasari tekanan ini dapat berujung pada penyesalan.

3. Menikah demi mengalami perubahan dalam hidup

Alasan lain, menikah dijadikan cara untuk kabur atau mengalami perubahan pada rutinitas sehari-hari.

Bisa jadi, kamu menikah hanya untuk menghindari orangtua, kuliah, dan lain sebagainya. Namun, menikah dengan alasan ini dapat berujung bencana.

Bukan cuma berisiko salah pilih pasangan, bisa jadi si dia tidak akan mendukungmu di masa depan.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)

4. Hubungan pernikahan tidak cukup memuaskan kebutuhan

Saat masih muda, kamu belum memiliki pengetahuan soal apa yang sebenarnya kamu inginkan. Jika kamu saja bingung, bagaimana dengan pasangan?

Karena kebutuhan yang tidak jelas ini, kamu pun tidak bisa meminta pasangan untuk memenuhinya. Akibatnya, rasa puas dalam pernikahan tidak akan hadir.

5. Hidup terasa lebih cepat

Menikah bukan sekadar bertukar cincin dengan pasangan. Seiring pernikahan, ada lebih banyak tanggung jawab yang masuk ke dalam hidupmu.

Banyak pasangan muda yang lantas menyesal karena terlanjur terjun ke fase kehidupan pernikahan. Padahal, menikah tidak bisa dibatalkan begitu saja.

6. Kehilangan kebebasan untuk bersikap spontan

Dalam proses menuju dewasa, seseorang akan cenderung berfokus pada diri sendiri, karir, teman, dan kehidupan sosial.

Namun, kamu tidak akan bisa seenaknya keluar dengan teman atau melakukan hal yang disukai begitu saja. Alih-alih, kamu harus minta izin pasangan.

Hal ini juga dapat berujung pada penyesalan di kemudian hari. Terlebih, ada kemungkinan kamu hilang kontak dengan teman-temanmu yang masih lajang.

Ilustrasi perempuan mengenakan baju putih. (Pixabay/Qiuyang)
Ilustrasi jauh dari pasangan. (Pixabay/Qiuyang)

7. Makin jauh dari pasangan

Menikah seharusnya membuatmu makin dekat dengan pasangan. Namun seiring bertambahnya umur, kalian malah makin menjauh.

Hal ini terjadi saat seseorang belum cukup dewasa atau berpengalaman saat menikah dulu. Apa yang terlihat cocok saat muda bisa jadi berubah drastis ketika kalian sama-sama bertambah tua.

Selain itu, kamu mungkin juga menikah secara impulsif. Padahal, kamu belum mengenal pasangan sepenuhnya.

8. Mudah iri kepada teman yang masih single

Bukan cuma kehilangan teman, kamu juga akan mudah merasa iri dengan mereka yang single. Saat single, seseorang hanya perlu bertanggung jawab dan merawat diri sendiri.

Mungkin, kamu benci hidupmu sebelum menikah. Namun, masalahmu juga tidak akan selesai hanya karena menikah.

Sebaliknya, kamu malah akan dilanda rasa iri saat melihat teman-teman yang lain.

5 Tips Relaksasi untuk Mengatasi Rasa Lelah Setelah Bekerja. (Shutterstock)
Ilustrasi karir tidak fleksibel setelah menikah. (Shutterstock)

9. Kehilangan kesempatan untuk mengambil risiko dalam karir

Urusan keuangan menjadi salah satu hal penting saat menikah. Untuk itu, kamu dan pasangan harus memiliki pekerjaan serta penghasilan stabil.

Demi mempertahankan kestabilan ini, karirmu pun tidak lagi fleksibel. Susah untuk mengambil risiko atau mencoba pekerjaan baru, terlebih jika keuangan rumah tangga dipertaruhkan.

10. Terlalu bergantung pada pasangan untuk bahagia

Saat muda, seseorang cenderung berpikir bahwa menikah dapat menjadi solusi. Dengan menikah, hidup akan terasa makin berwarna.

"Mereka mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan membuat dunia mereka baik-baik saja," jelas Dr. Andrea Herber.

Pernikahan memang hal membahagiakan, tapi tidak ada hubungan yang sempurna. Bukannya menyayangi diri sendiri, kebahagiaanmu jadi bergantung pada pasangan.

Komentar