Produk Kecantikan Mampu Berdayakan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Senin, 22 Maret 2021 | 16:24 WIB
Produk Kecantikan Mampu Berdayakan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19
Nilamsari dan Anti Gantira Founder Zuzu Beauty Care (Dok. Zuzu Beauty Care)

Suara.com - Perempuan sering disebut sebagai kreator dan inovator terbaik. Hal ini terbukti dari betapa tangguhnya perempuan dalam membangun dan mengembangkan berbagai macam bidang usaha. Khususnya di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini yang menyebabkan terpuruknya roda perekonomian. 

Melihat maraknya PHK dan pengangguran, dua pengusaha yang selama ini menggeluti bidang kuliner dan properti, Nilamsari dan Anti Gantira mencoba mencari peluang dari produk kecantikan dengan mendirikan brand Zuzu Beauty Care. 

Bukan semata-mata mencari untung, keduanya berharap brand yang mereka dirikan pada Agustus 2020 lalu turut membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia, melalui lapangan kerja yang mereka sediakan.

Menurut Nilamsari, bisnis kecantikan, khususnya perawatan kulit adalah salah satu bisnis yang bisa bertahan, bahkan terus meningkat di masa pandemi.

Zuzu Beauty Care (Dok. Zuzu Beauty Care)
Zuzu Beauty Care (Dok. Zuzu Beauty Care)

Apalagi, kata dia saat itu salah satu pemilik Zuzu, sudah memiliki pabrik perawatan kulit dan kosmetik yang terletak di Yogyakarta.

Kata Nilamsari, ia membuat produk perawatan kulit dan kosmetik lokal dengan ramuan-ramuan andalan. Dikarenakan respon pasar yang sangat bagus terhadap dunia kecantikan, ini memicunya dan reiannya mendirikan Zuzu.

"Sesama perempuan misi kami adalah bisa saling meng-empower dan berkolaborasi. Dengan adanya Zuzu, diharapkan jumlah entrepreneur di Indonesia terus meningkat. Mereka muncul sebagai pengusaha-pengusaha baru di sektor online," ujanya Nilamsari yang juga menjabat sebagai Komisaris Zuzu Beauty Care.

Saat ini, tambah Heera SKV yang juga menjabat sebagai komisaris di Zuzu mengatakan jika belum banyak brand di Indonesia yang mengedepankan ekstrak dari bahan alami untuk produknya. Selain berasal dari alam, bahan-bahan alami diklaim lebih aman untuk kulit sensitif dan ibu hamil.

Beberapa bahan alami yang terkandung pada rangkaian produk Zuzu diantaranya ialah ekstrak bengkuang, lidah buaya, hyaluronic acid, licorice atau akar manis dan maduuntuk melembabkan kulit. Adapula niacinamide, vitamin C, ekstrak barley, dan bunga sakura untuk mencerahkan. 

baca juga

Sementara untuk menenangkan kulit, kata Heera, Zuzu juga menggunakan ekstrak mentimun. Semuanya diolah sedemikian rupa agar produk Zuzu tetap ringan dan tidak lengket saat digunakan. 

"Zuzu is all about empowerment, mimpi kami adalah untuk bisa mengempower masyarakat Indonesia, perempuan pada khususnya. Baik secara ekonomi untuk berdaya diatas kaki sendiri ataupun secara potensi agar masing masing individu bisa mencapai level pencapaian maksimum," tutup Nilam.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Pandemi, Pilihlah Mobil dengan Keunggulan Kabin Lapang

Kondisi Pandemi, Pilihlah Mobil dengan Keunggulan Kabin Lapang

Otomotif | Senin, 22 Maret 2021 | 15:05 WIB

Kepala BNPT Sebut Tren Radikalisme Selama Pandemi Menurun, Tapi...

Kepala BNPT Sebut Tren Radikalisme Selama Pandemi Menurun, Tapi...

News | Senin, 22 Maret 2021 | 14:39 WIB

Tips Pilih Diet di Tengah Pandemi, Begini Saran Ahli

Tips Pilih Diet di Tengah Pandemi, Begini Saran Ahli

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 11:55 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×