alexametrics

Jangan Sedih, Ini Tips Isi Waktu Meski Tak Mudik Lebaran

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Jangan Sedih, Ini Tips Isi Waktu Meski Tak Mudik Lebaran
Calon penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Psikolog Irma Gustiana mengingatkan untuk berhati-hati karena tidak bisa ikhlas bisa merusak kesehatan fisik dan mental seseorang.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi melarang mobilitas mudik periode 6 hingga 17 Mei 2021, yang membuat masyarakat harus menelan kekecewaan lantaran tidak bisa mudik di Hari Raya Idul Fitri untuk kedua kalinya akibat pandemi Covid-19.

Tidak hanya kecewa, mungkin sebagian ada yang merasa tidak ikhlas akibat tidak bisa mudik. Psikolog Irma Gustiana mengingatkan untuk berhati-hati karena tidak bisa ikhlas bisa merusak kesehatan fisik dan mental seseorang.

"Kalau tidak ikhlas menjalani prosesnya nanti kualitas hidup kita akan menurun, menghalangi level kebahagiaan kita," ujar Irma dalam acara OVO #RaihIkhlas, Selasa (13/4/2021).

Ini beberapa tips untuk bisa ikhlas ketika tidak bisa mudik saat berlebaran dari Irma, yang ia rangkum dalam kata I.K.H.L.A.S sebagai berikut:

Baca Juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini 3 Skenario yang Disiapkan Pemprov Jateng

1. Isi waktu dengan hobi baru

Ilustrasi memasak
Ilustrasi memasak

Di masa pandemi banyak sekali orang yang tiba-tiba memiliki hobi baru seperti memelihara tanaman, memelihara hewan, mendekorasi rumah, hingga hobi memasak. Hobi baru inilah yang menurut Irma bisa mengisi waktu untuk perlahan melupakan kesedihan akibat tidak bisa mudik.

"Jadi sebetulnya mencari kesibukkan buat kita memecah perhatian dari hal-hal negatif, yang membuat negatif thinking jadi berkurang," ujar Irma.

2. Kajian, tadarus hingga berbuka puasa online

Umat Islam membaca Al-Quran di Masjid Al-Munawwar pada bulan suci Ramadhan di Pancoran, Jakarta, Selasa (5/5).  [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Umat Islam membaca Al-Quran di Masjid Al-Munawwar pada bulan suci Ramadhan di Pancoran, Jakarta, Selasa (5/5). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Meski terhalang jarak, bukan berarti menimba ilmu tidak bisa kita lakukan. Selama Ramadhan melakukan kajian ilmu agama, hingga tadarus akan lebih bermanfaat dan menenangkan hati.

Baca Juga: Citilink Tetap Terbang di Masa Larangan Mudik, Tapi untuk Kargo

"Jika di masa Ramadhan sebelumnya nggak bisa hafal, maka coba lebih fokus di Ramadhan kali ini. Jadi walaupun jauh, tapi dekat di layar," ungkapnya.

Komentar