Kisah Wijaya Bersaudara yang Berdayakan Petani dengan Pupuk Hayati

Risna Halidi

Minggu, 18 April 2021 | 11:25 WIB
Kisah Wijaya Bersaudara yang Berdayakan Petani dengan Pupuk Hayati
Freddy Wijaya dan Steven Wijaya dari Pupuk Hayati Dinosaurus (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Selain dikenal dengan hasil laut yang melimpah, Indonesia juga didaulat sebagai salah satu negara agraris yang sangat luas.

Pada tahun 2019, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merilis luas baku tanah sawah di Indonesia yaitu 7,46 juta hektar.

Fakta tersebut membuat keberadaan petani menjadi penting dan vital, karena sangat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Itu juga yang kini disadari oleh dua saudara, Steven dan Freddy Wijaya.

Ditemui Suara.com beberapa waktu lalu, Steven dan Freddy memamerkan beberapa hasil tani yang ditanam di laboratorium pertanian mereka di Kebun Organik DINO, yang terketak di kawasan Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Beberapa di antaranya adalah hasil bumi seperti singkong, porang, daun sawi, hingga cabai yang beberapa waktu terakhir harganya tinggi tidak keruan.

Keduanya memang bukan petani muda, melainkan dua orang yang berkecimpung dalam bisnis pupuk hayati dengan merek dagang pupuk Hayati Dinosaurus.

Terinspirasi dari Membantu Petani NTT
Steven dan Freddy bercerita, awalnya mereka datang dengan misi memberdayakan petani di wilayah Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pupuk hayati kemudian diproduksi untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak dan tidak produktif, agar dapat meningkatkan hasil panen para petani di sana.

"Tidak dipungkiri lahan kritis jadi masalah pertanian kita saat ini," kata Freddy.

Hasil panen di Kebun Organik DINO Cikeas (Suara.com/ Risna Halidi)
Hasil panen di Kebun Organik DINO Cikeas (Suara.com/ Risna Halidi)

Tidak memiliki latar belakang ilmu pertanian, keduanya lalu menggandeng seorang akademisi berlatar belakang Ilmu Teknik dari Universitas Gadjah Mada, yang mereka panggil sebagai Pak Muji. Pak Muji inilah yang kemudian didaulat menyusun komposisi pupuk hayati Dinosaurus.

baca juga

Kini pupuk Dinosaurus kini telah digunakan di beberapa demplot atau demonstration plots (lahan percobaan) di berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor, Cianjur, Indramayu, Situbondo hingga ke Tungkaran Banjar di Kalimantan Selatan.

"Hasil panen kita pernah sampai 43 kg per batang pohon singkong dengan rentang waktu empat sampai sembilan bulan," tambah Freddy.

Kata Freddy, ada perbedaan mendasar antara pupuk organik dengan pupuk hayati. Pupuk organik misalnua, lebih mengandung unsur hara NPK (Nitrogen, Phosphate dan Kalium) yang diekstrak dari bahan-bahan organik.

Sementara pupuk hayati mengedepankan kandungan mikroba dan jenis bakteri. "Bakteri ini yang kemudian berperan penting dan dapat membedakan antara pupuk organik dengan pupuk hayati," tambah Freddy.

Cara Kerja Pupuk Hayati 
Freddy bercerita, pada dasarnya pupuk hayati yang ia produksi dikembangkan dari mikroba alami tanah berupa bakteri baik yang kemudian dapat bekerja dan bersimbiosis dengan tanaman. Beberapa jenis bakteri yang digunakan di antaranya Streptomyeces sp., Azotobacter sp., Lactobacillus sp., dan Bacillus thuringensis.

Menikmati hasil kebun pupuk hayati di kebun dino. (Suara.com/Risna Halidi)
Menikmati hasil kebun pupuk hayati di kebun dino. (Suara.com/Risna Halidi)

"Bakteri ini yang berperan penting menyuburkan kembali tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman juga," ujar Freddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKPM Siap Dukung dan Kawal Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat

BKPM Siap Dukung dan Kawal Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat

Bisnis | Jum'at, 16 April 2021 | 20:18 WIB

Targetkan Luas Tanam 5,16 Juta Hektar, Mentan: Stok Pupuk Subsidi Aman

Targetkan Luas Tanam 5,16 Juta Hektar, Mentan: Stok Pupuk Subsidi Aman

News | Kamis, 15 April 2021 | 10:52 WIB

Stok Pupuk Kalimantan dan Sulawesi untuk Masa Tanam April - Mei 2021 Aman

Stok Pupuk Kalimantan dan Sulawesi untuk Masa Tanam April - Mei 2021 Aman

Bisnis | Selasa, 13 April 2021 | 20:03 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×