alexametrics

Tips dari Dokter Hewan: Memilih Makanan Sehat untuk Kucing Peliharaan

Vania Rossa
Tips dari Dokter Hewan: Memilih Makanan Sehat untuk Kucing Peliharaan
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Kucing adalah karnivora sejati, oleh karena itu, makanannya harus tinggi protein.

Suara.com - Sebagai pemilik kucing peliharaan, kita tentu ingin hewan berbulu ini tumbuh sehat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memberi makanan sehat yang berkualitas. Namun, bagaimana cara memilih makanan sehat untuk kucing?

Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Drh. Diah Pawitri menyarankan agar pemilik kucing memerhatikan beberapa hal penting ketika memilih makanan, seperti umur kucing, status gizi dan kesehatan, dan gigi geligi. Menurutnya, setiap kucing itu unik, dan semua faktor ini akan menghasilkan kebutuhan gizi pokok yang berbeda.

Contohnya, anak kucing tentu membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan yang berbeda dengan kucing dewasa yang sudah selesai masa pertumbuhannya. Kitten juga rentan terhadap ketidakseimbangan
nutrisi dan membutuhkan makanan yang lebih lunak dibandingkan kucing dewasa.

Sedangkan kucing lanjut usia, kebutuhan makanannya akan berbeda lagi, terutama dengan adanya kerentanan akan permasalahan gigi dan menurunnya sistem imun.

Baca Juga: Penelitian Terbaru, Kucing Mati Tertular Covid-19 Pemiliknya

Nah, menurut Diah yang merupakan seorang senior veterinarian, pemilik kucing harus memahami kebutuhan-kebutuhan ini agar kucing peliharaan lebih sehat, sejahtera, dan jauh dari penyakit.

Lalu, apa saja komponen dari makanan kucing yang baik? Kucing adalah karnivora sejati. Oleh karenanya, makanan kucing harus berprotein tinggi, mengandung asam amino, serat, dan bahan lainnya yang mendukung pertumbuhan flora usus.

Makanan kering VS makanan basah
Banyak sekali perbincangan seputar makanan kering dan basah – sebagian orang beranggapan bahwa makanan kering lebih mudah dicerna dari makanan basah, serta lebih baik karena lebih bernutrisi. Ada juga yang beranggapan bahwa makanan basah sama seperti “makanan cepat saji” untuk kucing karena penuh lemak.

Sebelum membuat keputusan makanan mana yang akan Anda berikan kepada kucing, kenali lebih dahulu beberapa perbedaan antara makanan basah dan kering.

Makanan basah mengandung kadar air lebih tinggi sehingga kucing tidak kekurangan cairan, dan biasanya lebih disukai dari segi rasa, tekstur, dan bau. Makanan basah juga dapat sangat membantu kucing yang memiliki masalah dengan ginjal. Akan tetapi, penyimpanan dan penyajian setelah dibuka lebih repot, dan makanan basah juga mudah menyebabkan karang gigi.

Baca Juga: Terpapar Corona dari Sang Majikan, 2 Kucing di Inggris Kesulitan Bernapas

Makanan kering cenderung lebih mendukung kesehatan gigi kucing dan lebih mudah untuk disimpan, tetapi makanan kering yang mengandung zat pengawet yang terkadang dapat mengurangi efisiensi penyerapan nutrisi bagi kucing.

Komentar