alexametrics

Tips Aman Belanja Kebutuhan Lebaran dari Satgas Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Tips Aman Belanja Kebutuhan Lebaran dari Satgas Covid-19
Ilustrasi belanja bahan makanan. (Pexels)

Meski pemerintah melarang aktivitas mudik saat lebaran, kegiatan belanja memang dianjurkan untuk sekaligus membangkitkan geliat ekonomi.

Suara.com - Kebanyakan orang merasa perlu menyediakan berbagai keperluan, baik makanan ataupun baju baru, untuk merayakan lebaran Idulfitri. Sehingga tak ayal memunculkan kerumunan di pusat belanja sejak dua pekan menjelang lebaran. 

Akhir pekan lalu, pasar Tanah Abang, Jakarta, menjadi sorotan lantaran membludaknya jumlah pengunjung hingga menimbulkan kerumunan yang sangat padat. Kondisi itu tentu berisiko terjadinya penularan Covid-19. 

Meski pemerintah melarang aktivitas mudik saat lebaran, kegiatan belanja memang dianjurkan untuk sekaligus membangkitkan geliat ekonomi. Namun, bukan berarti harus berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan hingga terjadi kepadatan orang.

"Pusat perbelanjaan di kota besar yang memang beberapa minggu terakhir terjadi lonjakan pengunjung, itu saya hanya bisa lihat memang terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Sudah diingatkan oleh pemerintahan sendiri bahwa ada protokol kesehatan keempat yaitu menjauhi kerumunan," kata Satgas Penanganan Covid-19 subbid Mitigasi dr. Fala Adinda dalam dialog virtual, Selasa (4/4/2021).

Baca Juga: Ke Pemprov DKI, Polda Minta Tempat Wisata Ditutup Selama Libur Lebaran

Ilustrasi belanja (shutterstock)
Ilustrasi belanja (shutterstock)

Sayangnya, masyarakat justru melanggar prokes tersebut selama berbelanja di pusat perbelanjaan. Ia menekankan bahwa masyarakat memang tidak dilarang untuk pergi ke pusat perbelanjaan, tetapi yang harus dilakukan adalah menjauhi kerumunan. 

Ia menyarankan, jika memang perlu membeli kebutuhan lebaran sebaiknya tidak di tempat yang banyak dikunjungi orang. Hal tersebut agar tidak berisiko menimbulkan klaster baru paparan virus corona. 

"Kalau memang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari atau baju lebaran, jauhilah tempat yang ramai atau datang di waktu-waktu yang bisa menjaga jarak. Tetap menjaga protokol kesehatan sehingga klaster dari tempat kerumunan itu tidak terjadi dan juga kita tidak membawa pulang virus kepada keluarga," ucapnya.

Atau bagi masyarakat di kota besar, dokter Fala menyarankan agar sebaiknya berbelanja lewat online.

"Mungkin di kota besar kita dimudahkan dengan belanja online lebih mudah, pilihannya tempat belanja juga lebih banyak," sarannya. 

Baca Juga: Antisipasi Mudik Lebaran, Polda Babel Perketat Pintu Keluar Pulau

Komentar