Sekolah Perempuan Kupang Berhasil Cegah Perkawinan Anak

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 05 Mei 2021 | 12:01 WIB
Sekolah Perempuan Kupang Berhasil Cegah Perkawinan Anak
Sekolah Perempuan Desa Neboelaki Kabupaten Kupang, NTT (Dok. KemenPPPA)

Suara.com - Sekolah Perempuan bukan sekadar tempat para perempuan belajar pengetahuan umum semata, tapi juga jadi wadah menguatkan isu perempuan seperti kekerasan hingga memajukan kesejahteraan kaum Hawa.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, Sekolah Perempuan juga jadi tempat para perempuan diedukasi untuk berani berbicara tentang hak yang harus diperjuangkan.

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi penikmat dalam pembangunan, tapi juga harus turut berpartisipasi aktif memajukan pembangunan bangsa,” ungkap Menteri Bintang saat kunjungannya di Sekolah Perempuan Desa Neboelaki Kabupaten Kupang, NTT berdasarkan siaran pers, Selasa (4/5/2021).

Salah satu Sekolah Perempuan yang berhasil berdiri dan berjalan sesuai fungsinya adalah Sekolah Perempuan dari Desa Neboelaki, Mata Air, Tanah Merah dan Kelurahan Tarus di Kabupaten Kupang.

Sekolah Perempuan Desa Neboelaki Kabupaten Kupang, NTT (Dok. KemenPPPA)
Sekolah Perempuan Desa Neboelaki Kabupaten Kupang, NTT (Dok. KemenPPPA)

Sekolah Perempuan ini berhasil merangkul sebanyak 597 perempuan dengan latar belakang sekolah dasar (SD), putus sekolah, bahkan penyintas yang pernah jadi korban kekerasan.

Pendamping Sekolah Perempuan Kupang, Erni mengungkap berkat sekolah perempuan yang sudah berjalan selama 5 tahun, nyatanya berhasil berpartisipasi melakukan musrenbang untuk mendorong 30 persen keterwakilan kepemimpinan perempuan di empat wilayah desa di Kabupaten Kupang.

Selain itu, sekolah ini juga telah berkontribusi dalam menghasilkan 13 peraturan desa, salah satunya tentang upaya pencegahan perkawinan anak.

“Kami bergerak di bidang edukasi dan advokasi. Pada sistem advokasi kami mengadopsi regulasi kebijakan yang merespons isu perempuan sehingga dapat terangkat, di atas dorongan kuat untuk menyelesaikan masalah bersama-sama sehingga melahirkan kebijakan yang responsif gender,” jelas Erni.

Keberadaan Sekolah Perempuan juga diakui Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni berhasil membuat para perempuan berani menyampaikan perasaannya selama ini di dalam keluarga.

baca juga

"Kami berharap seluruh program kebijakan ini dapat terintegrasi di Organisasi Perangkat Daerah lain demi memulihkan ekonomi untuk masyarakat. Penanganan terhadap perempuan harus berbeda karena perempuan dan anak memiliki kebutuhan spesifik apalagi dalam kondisi bencana. Dalam bencana perempuan biasanya mengurus banyak hal,” pungkas Emi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Ini 3 Faktor Terbesar Penyebab Perkawinan Anak di Indonesia

Penelitian: Ini 3 Faktor Terbesar Penyebab Perkawinan Anak di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 04 Mei 2021 | 18:28 WIB

Pandemi Bikin Potensi Perkwaninan Anak Meningkat, Apa Sebabnya?

Pandemi Bikin Potensi Perkwaninan Anak Meningkat, Apa Sebabnya?

Lifestyle | Selasa, 04 Mei 2021 | 17:50 WIB

MUI Sebut Konten Pornografi Picu Tingginya Perkawinan Anak

MUI Sebut Konten Pornografi Picu Tingginya Perkawinan Anak

Lifestyle | Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:40 WIB

Terkini

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 13:14 WIB

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

Hutan Hilang, Sawit Tumbuh: Bisakah Ini Disebut Berkelanjutan?

Hutan Hilang, Sawit Tumbuh: Bisakah Ini Disebut Berkelanjutan?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:04 WIB

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Batam | Minggu, 20 September 2026 | 13:03 WIB

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:52 WIB

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

×