Meski Sama-sama Berbentuk Tulisan, Ini Perbedaan Blog dengan Microblog

Kamis, 13 Mei 2021 | 09:05 WIB
Meski Sama-sama Berbentuk Tulisan, Ini Perbedaan Blog dengan Microblog
Ilustrasi menulis Blog. [Shutterstock]

Suara.com - Blog dan microblog merupakan sarana menulis bagi Anda yang ingin menuangkan isi pikiran maupun pengalaman yang dilalui. Lalu, apa perbedaan keduanya?

Microblogger Moch Rizky menjelaskan, perbedaan utama blog dan microblog ada di panjang tulisan.

Blog menurutnya biasa diisi tulisan panjang dengan memperhatikan kaidah SEO. Di sisi lain microblog lebih digunakan untuk memanfaatkan media sosial untuk menuliskan gagasan.

"Kalau blog atau yang disebut blogger, perlu mengoptimalkan website dan SEO lewat tulisan panjang. Sedangkan microblog itu memanfaatkan media sosial. Kalau saya sosial medianya Instagram," paparnya.

"Kalau blog atau yang disebut blogger, perlu mengoptimalkan website dan SEO lewat tulisan panjang. Sedangkan microblog itu memanfaatkan media sosial. Kalau saya sosial medianya Instagram," paparnya dalam webinar baru-baru ini.

Meski kedua merupakan bagian dari menulis konten secara online. Bagi konten kreator seperti dirinya, memulai blog maupun microblog tentu tidak dijamin langsung sukses.

"Membuat blog atau microblog sebuah perjalanan. Kalau ingin hits di awal, tentu itu sulit. Semua konten kreator pasti mengalami perjalanan seperti minim traffic, minim pengunjung, tapi karena suka menulis dan berbagi, jadi ya ditulis saja," ungkapnya

Ia pun membagikan tips untuk tema microblog. Salah satunya yang paling mudah dibuat adalah tips dan trik serta desain kreatif.

"Tips and trick ini banyak, dengan gagasan yang sederhana, singkat tapi bermanfaat bagi orang banyak. Ada juga yang creative design kayak before nya seperti apa dan after nya seperti apa," ungkapnya.

Baca Juga: Ingin Sukses Jadi Travel Blogger? Ini 7 Tips yang Bisa Anda Lakukan

Terakhir, bagi Anda yang ingin mengembangkan microblog, ia memaparkan untuk membuat sebuah microblog perlu membangun konsep AIDA, yakni Attention, Interest, Desire, dan Action.

"Pertama attention dulu dan membuat orang swipe sama konten kita. Kedua interest seperti ketertarikan tema, jadi semakin di share muncul hasrat untuk mengajak. Seperti mengajak donasi, diskusi, atau membeli prodak juga bisa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI