AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:10 WIB
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
Gaun warna-warni di rak pakaian di butik mode trendi (Pexels/Markus Winkler)

Suara.com - Industri fast fashion memasuki babak baru. Jika sebelumnya pemain seperti Zara dikenal karena kemampuannya membaca tren dan mempercepat produksi, kini muncul model bisnis yang dinilai bergerak lebih agresif: ultra-fresh fashion.

Model ini merujuk pada platform e-commerce seperti Shein dan Temu yang menawarkan pakaian murah, cepat mengikuti tren, dan menyasar konsumen muda, terutama generasi Z yang ingin tampil mengikuti mode di tengah keterbatasan anggaran.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan keunggulan mereka bukan terletak pada kecepatan produksi.

Laporan yang dikutip dari Phys.org mengulas riset yang dilakukan oleh Hau Lee dari Stanford Graduate School of Business bersama Li Chen dan Shiqing Yao.

Mereka menemukan bahwa perusahaan seperti Shein dan Temu tidak memiliki keunggulan signifikan dalam proses produksi atau pengiriman dibanding pemain fast fashion konvensional seperti Zara.

Perbedaan utamanya justru berada pada tahap desain.

AI Mempercepat Siklus Tren

Dalam riset tersebut, perusahaan ultra-fresh fashion disebut memanfaatkan teknologi berbiaya rendah seperti big data, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau perubahan tren secara real-time.

Data dikumpulkan dari media sosial, aktivitas internet, hingga pameran dagang, lalu diolah untuk menghasilkan ribuan desain baru dalam waktu singkat.

baca juga

“Akibatnya, mereka dapat meluncurkan banyak produk dengan cepat,” kata Lee.

Menurutnya, ketika proses desain menjadi lebih cepat dan murah, perusahaan dapat memperbanyak variasi produk, meningkatkan frekuensi peluncuran, dan tetap menjual dengan harga rendah.

Strategi tersebut menciptakan siklus konsumsi yang sangat cepat: tren muncul, diproduksi, dibeli, lalu berganti dalam hitungan minggu.

Namun di balik efisiensi itu, muncul sejumlah konsekuensi.

Peneliti menyoroti risiko pelanggaran hak cipta karena tingginya kemungkinan desain yang dianggap meniru karya kreator atau merek lain. Selain itu, model bisnis ini juga memperbesar tekanan lingkungan akibat meningkatnya volume pakaian yang dibuang setelah digunakan dalam waktu singkat.

Tarif AS Mengubah Arah Industri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Less Waste dari Rumah: Mulai dengan Tidak Menyia-nyiakan Produk

Less Waste dari Rumah: Mulai dengan Tidak Menyia-nyiakan Produk

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:25 WIB

LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker

LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:19 WIB

Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?

Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:05 WIB

Terkini

PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:44 WIB

Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang

Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang

Jatim | Senin, 27 Juli 2026 | 13:44 WIB

Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza

Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:35 WIB

Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf

Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf

Jatim | Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB

Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops

Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:30 WIB

CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?

CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 13:28 WIB

Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah

Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:28 WIB

Pasca Perry Warjiyo Mundur, Investasi Asing Langsung Hengkang di Sesi I

Pasca Perry Warjiyo Mundur, Investasi Asing Langsung Hengkang di Sesi I

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:27 WIB

Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret

Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret

Sulsel | Senin, 27 Juli 2026 | 13:26 WIB

×