alexametrics

Potong Rambut Tak Sesuai Harapan, Bocah Ini Ngambek hingga Lapor Polisi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Potong Rambut Tak Sesuai Harapan, Bocah Ini Ngambek hingga Lapor Polisi
Ilustrasi salon. (Pexels)

Aksi bocah tersebut ikut membuat polisi bingung.

Suara.com - Urusan rambut dapat menjadi masalah sensitif bagi sebagian orang. Selain merasa malu, tak sedikit pula yang sampai marah atau menangis saat salah potong rambut.

Belum lama ini, seorang bocah laki-laki 10 tahun melapor polisi akibat insiden di salon. Bocah tersebut merasa kecewa dengan hasil potong rambut.

Melansir South China Morning Post, bocah 10 tahun asal Anshun, Guizhou tersebut ramai menjadi perbincangan di Weibo akibat aksinya.

Pada video yang beredar, bocah 10 tahun tersebut tampak tidak puas melihat potongan rambutnya. Ia pun terlihat marah setelah tukang cukur selesai memotong rambutnya.

Baca Juga: Unik! H-1 Lebaran, Tukang Cukur di Tegal Diserbu Konsumen, Ini Alasannya

Tak hanya itu, bocah laki-laki tersebut lantas terlihat menangis sambil terus memegang rambutnya. Akibat kecewa, ia pun memutuskan lapor polisi.

Ilustrasi Bocah Potong Rambut (Pexels/Dmitry Zvolskiy)
Ilustrasi Bocah Potong Rambut (Pexels/Dmitry Zvolskiy)

Uniknya, laporan bocah tersebut sempat ditanggapi. Polisi pun mendatangi salon yang bersangkutan tapi tidak melihat adanya kondisi darurat.

Untuk mengatas salah paham yang ada, polisi lantas menghubungi kakak perempuan bocah tersebut dan memintanya untuk melakukan mediasi.

Terlepas dari hasil potong rambut yang tak sesuai harapan, kakak perempuan bocah tersebut berjanji bahwa ia akan menasihati sang adik.

Sang kakak juga meminta adiknya untuk berbicara kepada orangtua mereka lebih dulu, alih-alih langsung menelepon polisi karena masalah sepele.

Baca Juga: Penampilan Kevin Aprilio usai 1 Bulan Transplantasi Rambut: Belum Pede Foto

Meski begitu, aksi bocah 10 tahun yang menelepon polisi ini malah dipuji warganet. Beberapa meninggalkan komentar atas keberaniannya memprotes hasil potong rambut yang gagal.

"Dia punya opininya sendiri. Aku mengaguminya."

"Dia membiarkan mereka tahu bahwa anak kecil juga punya selera sendiri. Mereka tidak bisa ditipu orang dewasa," tambah komentar lain di Weibo membenarkan.

Komentar