Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera

Arendya Nariswari

Kamis, 20 Mei 2021 | 08:42 WIB
Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera
Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera. (Instagram/@nanaadi24)

Suara.com - Masih dalam suasana Lebaran, ternyata hidangan spesial Idul Fitri tak melulu rendang dan opor lho. Di Semarang ada sajian khas ini bernama Kupat Jembut.

Kendati namanya sedikit terdengar menggelikan, namun kenyataanya Kupat Jembut menjadi salah satu hidangan Lebaran yang harus ada, guna memeriahkan momen Syawalan.

Fakta tentang kuliner Kupat Jembut khas Kampung Jaten, Semarang, belum lama ini dibagikan oleh akun Instagram @infokejadiansemarang.

Sajian Kupat Jembut ini ialah ketupat dengan isian tauge atau kecambah, kelapa hingga lombok. Ketupat diisi penuh sampai isian di dalamnya terlihat dari luar.

Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera. (Instagram/@infokejadiansemarang)
Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera. (Instagram/@infokejadiansemarang)

Umumnya Kupat Jembut tersebut menjadi hidangan pendamping opor ayam atau sajian berkuah lainnya. Ada pula yang menyebutkan bahwa Kupat Jembut ini dihadirkan setelah 7 hari setelah perayaan Lebaran alias masih di bulan Syawal. 

"Kupat istimiwir khas Semarang ini hanya muncul pada saat Idul Fitri untuk memeriahkan syawalan di Kampung Jaten Cilik. Diawali dengan pesta petasan sejak selepas salat subuh,"ungkap admin akun @infokejadiansemarang.

Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera. (Instagram/@nanaadi24)
Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera. (Instagram/@nanaadi24)

"Kemudian, anak-anak dari Kampung Jaten Cilik langsung keluar rumah dan berebut ketupa berisi sayuran ini. Tradisi bagi ketupat ini sudah ada sejak tahun 1950an, setelah warga asli Jaten Cilik kembali ke kampungnya pasca mengungsi akibat perang dunia,"imbuhnya.

Hingga kekinian, belum diketahui secara jelas asal usul disebutnya hidangan Kupat Jembut ini.

Beberapa orang meyakini, pemberian nama hidangan tersebut disebabkan oleh wujud ketupat yang diisi penuh dengan sayuran.

baca juga

Salah satu sayuran pada ketupat tersebut ialah tauge yang konon wujudnya mirip rambut kemaluan.

Agar tak terlalu vulgar, beberapa warga Kampung Jaten tak jarang menyebut hidangan ini dengan nama lain yakni Kupat Tauge.

Wah, jadi bagaimana? Anda tertarik untuk mencicipi Kupat Jembut khas Semarang ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tempat Wisata Semarang: Setiya Aji Flower Farm hingga Bukit VW

10 Tempat Wisata Semarang: Setiya Aji Flower Farm hingga Bukit VW

Lifestyle | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:44 WIB

Gara-gara Ini, Warga Tambaklorok Tagih Wali Kota Semarang, Apa Itu?

Gara-gara Ini, Warga Tambaklorok Tagih Wali Kota Semarang, Apa Itu?

Jawa Tengah | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:17 WIB

Musim Pancaroba di Kota Semarang Diprediksi akan Terjadi Akhir Mei Ini

Musim Pancaroba di Kota Semarang Diprediksi akan Terjadi Akhir Mei Ini

Jawa Tengah | Rabu, 19 Mei 2021 | 16:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×