Refleksi Kebangkitan Nasional: 113 Tahun Lalu dan Hari ini

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Mei 2021 | 11:25 WIB
Refleksi Kebangkitan Nasional: 113 Tahun Lalu dan Hari ini
Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta (Instagram/@ekasulistyawati_radite)

Mungkin berbeda dengan semangat atau gerakan politik saat ini di mana politik dijadikan objek dimana mereka-mereka yang melabeli dirinya sebagai politikus menjadi subjek. Namun bisa jadi ini hanya dipandang sebagai stigma.

Tidak sedikit juga mereka yang mengabdikan dirinya di dunia politik untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Namun pertanyaannya apakah gerakan politik itu hanya melalui partai politik. Menurut penulis, segala sesuatu yang melibatkan pengambilan keputusan yang dampaknya luas itulah politik.

Tahun 90an, seorang Menteri Agama yang berlatarbelakang dokter dapat mengambil keputusan untuk menggunakan dana bantuan dari Kerajaan Arab Saudi untuk mendirikan beberapa Rumah Sakit Haji di lima kota besar yang mayoritas pengelolaannya kemudian diserahkan kepada pemerintah provinsi.

Pasca reformasi, jabatan Jaksa Agung pernah dipegang oleh seorang yang berlatar belakang dokter, yaitu Marsilam Simanjuntak. Namun pada intinya bukan jabatan apa yang dipegang oleh dokter, namun semangat para dokter untuk tetap mendedikasikan dirinya bagi kemajuan bangsa, tidak hanya sibuk dalam rutinitas di ruang praktek belaka.

Penulis banyak kenal dokter-dokter yang juga sibuk dalam aktivitas sosial, aktivitas pendidikan, aktivitas budaya, aktivitas pengembangan ekonomi kecil. Nama-nama mereka mungkin tidak banyak disorot oleh kamera atau catatan media mainstream, tapi dedikasi mereka untuk perbaikan bangsa saat ini selayaknya mendapat apresiasi.

Semangat yang dimunculkan oleh para dokter seyogyanya lebih banyak dimunculkan oleh banyak profesi lain. Selain rutinitas aktivitas profesinya, namun dedikasi bagi bangsa melalui jalur apapun dapat dilakukan.

Mungkin bisa melalui aktivitas yang merupakan hobi atau minat diri masing-masing. Semangat dan dedikasi generasi di awal kebangkitan bangsa haruslah tetap menjadi contoh dan pelajaran berharga bagi generasi bangsa ini. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang” - Sukarno.

Penulis: Mahesa Paranadipa Maikel (Staf Pengajar FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia dan Wakil Ketua MPPK Ikatan Dokter Indonesia).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kebangkitan Nasional, Ganjar Ajak Warga Nyanyikan Indonesia Raya

Hari Kebangkitan Nasional, Ganjar Ajak Warga Nyanyikan Indonesia Raya

Video | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:35 WIB

Budi Utomo: Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Budi Utomo: Sejarah, Tujuan, dan Anggota

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 14:24 WIB

Hari Kebangkitan Nasional, Epidemiolog Singgung Perjuangan Melawan COVID-19

Hari Kebangkitan Nasional, Epidemiolog Singgung Perjuangan Melawan COVID-19

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 06:55 WIB

Terkini

Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?

Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 06:45 WIB

Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara

Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara

Bri | Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

×