Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang Lingkungan Lestarikan Alam

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 21 Mei 2021 | 13:45 WIB
Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang Lingkungan Lestarikan Alam
Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang LIngkungan Lestarikan Alam. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Isu pemanasan global dan krisis iklim makin sering terdengar beberapa waktu belakangan. Situasi ini menimbulkan sejumlah kekhawatiran dengan nasib kehidupan anak cucu beberapa tahun ke depan.

Melihat situasi tersebut, pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menggagas sebuah film pendek yang mengisahkan perjuangan seorang nenek dan cucunya untuk menyelamatkan daerah mereka dari ancaman krisis air akibat kerusakan lingkungan.

Film ini juga mengajak untuk mengelola dan memanfaatkan sampah botol plastik bekas untuk kebutuhan sehari hari termasuk menjadi pot media tanam di halaman rumah.

Film berjudul “Nenek Bromo Tengger” ini merupakan hasil karya Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Imam Pituduh (Gus Imam) yang didukung oleh Danone-AQUA.

Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang LIngkungan Lestarikan Alam. (Dok: Istimewa)
Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang LIngkungan Lestarikan Alam. (Dok: Istimewa)

“Gagasannya sebenarnya dari film ini yang pertama terhadap krisis ekologi. Kita melihat dunia ini mengalami ancaman krisis terutama krisis air,  di mana pada 2025-2030 dunia akan mengalami krisis air,” ujar Gus Imam, dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Jumat, (21/5/2021).

Gus Imam melanjutkan, yang kedua kedua adalah krisis ancaman bencana ekologi di Pulau Jawa, terutama di nusantara kita secara umum itu sudah luar biasa. Dari dua landasan tadi Gus Imam ingin mewujudkan sustainable livelihood dan penopang kehidupan sehari-hari.

“Kerjasama dengan AQUA itu karena mereka misinya sama dengan kita dalam upaya penyelamatan lingkungan. Khususnya di Bromo, itu kan ada juga program konservasi air mereka di sana,” tukasnya.
 
Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan bahwa dukungan terhadap pembuatan film edukasi ini karena Danone memiliki semangat One Planet One Health yang seirama dengan tema film tersebut.

Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang LIngkungan Lestarikan Alam. (Dok: Istimewa)
Nenek Bromo Tengger, Kisah Pejuang LIngkungan Lestarikan Alam. (Dok: Istimewa)

“Kami percaya bahwa kesehatan manusia berkaitan erat dengan kesehatan planet kita, jadi kampanye dan edukasi untuk menjaga kesehatan planet harus mendapat dukungan dari semua pihak,” kata Arif.

Imam menambahkan, bahwa air sebagai penopang kehidupan tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya tanaman. Artinya, tanaman ini harus terus ada sehingga keberadaan air masih tetap ada. Jadi, kalau kita berbicara tentang air maka kita harus berbicara hutan.

"Nah, perintah agamanya, tanamlah pohon itu meski esok kiamat. Jadi meskipun besok ada kiamat, jika di tangan kita ada pohon, itu wajib ditanam. Jadi, itu yang menjadi landasan kenapa film ini harus ada,” tuturnya.
 
Mengenai alasan kenapa harus dimainkan tokoh nenek-nenek dan cucunya dalam film ini, menurut dia karena itu menggambarkan bahwa orangtua itu yang akan meneruskan ke generasi ke depan untuk cinta terhadap lingkungan. Selain itu, film ini juga menyelipkan pesan bagaimana mengalirkan air dari sumbernya ke hilir dengan baik.

“Artinya, orang tidak boleh hanya berorientasi kepada eksploitasi, tapi bagaimana juga berorientasi kepada konservasi. Nah, ini kan juga kritik sosialnya kepada pemerintah yang harus hati-hati juga ke depan karena over eksploitasi terjadi. Jadi, neraca sumber daya alam dan air harus dikalkulasi ulang, sehingga penyangga kehidupan itu tidak hilang,” tukasnya.
 
Di luar isu pohon dan air, kata Gus Imam, isu ancaman sampah plastik terhadap lingkungan juga diangkat dalam film ini. Menurutnya, krisis ekologi itu salah satunya karena plastik juga.

“Polusi sampah plastik itu menjadi isu dunia yang kita harus bisa membantu menyelesaikannya. Sampah plastik itu kan tidak bisa diurai oleh bakteri tanah, karenanya kita harus bisa menyelesaikan masalahnya. Apalagi sampah plastik ini belum banyak yang bisa menyelesaikannya. Industri daur ulang saja baru bisa menyerap kira-kira 60 persen sampah plastik ini. Yang 40 persen sisanya kan masih belum terselesaikan,” ujarnya.

Oleh karena itu dalam film ini digambarkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan kemasan botol AQUA untuk kebutuhan sehari hari seperti menjadi pot tanaman di halaman rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Libur Lebaran, Gunung Bromo dan Pendakian Semeru Ditutup

Selama Libur Lebaran, Gunung Bromo dan Pendakian Semeru Ditutup

Malang | Selasa, 11 Mei 2021 | 17:01 WIB

Terbiasa Menyisakan Makanan? Berarti Anda Penyumbang Laju Pemanasan Global

Terbiasa Menyisakan Makanan? Berarti Anda Penyumbang Laju Pemanasan Global

Your Say | Kamis, 06 Mei 2021 | 14:15 WIB

Membahayakan, Akses Menuju Wisata Bromo Belum Diperbaiki

Membahayakan, Akses Menuju Wisata Bromo Belum Diperbaiki

Malang | Rabu, 21 April 2021 | 12:38 WIB

Terkini

Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong

Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 21:52 WIB

Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar

Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 21:47 WIB

Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing

Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 21:42 WIB

Apa Bedanya Jumat Agung dan Paskah? Bukan Hari Biasa, Ini Maknanya

Apa Bedanya Jumat Agung dan Paskah? Bukan Hari Biasa, Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 21:37 WIB

6 Shio Paling Hoki pada 3 April 2026, Siapa Saja yang Beruntung Besok?

6 Shio Paling Hoki pada 3 April 2026, Siapa Saja yang Beruntung Besok?

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 20:34 WIB

3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu

3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 20:17 WIB

Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?

Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 19:30 WIB

Skincare Glad2Glow untuk Umur Berapa? Cek Panduan Lengkapnya di Sini

Skincare Glad2Glow untuk Umur Berapa? Cek Panduan Lengkapnya di Sini

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 19:05 WIB

5 Bedak Murah yang Bagus dan Aman: Cocok untuk Sehari-hari, Mulai Rp20 Ribuan

5 Bedak Murah yang Bagus dan Aman: Cocok untuk Sehari-hari, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 18:44 WIB

Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget

Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 18:23 WIB