5 Fakta Menarik Fenomena Langit Super Blood Moon yang Akan Terjadi Malam Ini

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 26 Mei 2021 | 11:07 WIB
5 Fakta Menarik Fenomena Langit Super Blood Moon yang Akan Terjadi Malam Ini
Gerhana bulan total. [Ist/BMKG]

Suara.com - Gerhana Bulan Total atau yang Super Blood Moon diprediksi akan terjadi Rabu (26/5/2021) malam ini. Apabila langit cerah, fenomena di angkasa itu dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat di bumi.

Terlepas dari keindahannya, sudahkah Anda mengenal apa itu fenomena gerhana bulan total?

Oleh karena itu Suara.com merangkum fakta menarik fenomena langit ini, berdasarkan siaran pers Intitut Teknologi Bandung (ITB).

1. Siklus berulang karena keharmonisan alam
Gerhana bulan total terjadi karena matahari, bumi, dan bulan berada pada posisi sejajar. Hal ini dikarenakan bulan bergerak mengelilingi bumi sesuai orbit (garis edar). Menurut Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty fenomena ini adalah siklus berulang, bisa mudah dilihat dan diprediksi dengan ilmu astronomi.

"Karena ketiga benda tadi akan bergerak dalam satu keharmonisan, jadi (gerhana bulan merupakan) sebuah fenomena alam yang akan berulang dan sekarang sudah bisa dengan sangat baik diprediksi kapan akan terjadi lagi, kapan gerhana berikutnya terjadi lagi," ujar Yatny

“Peristiwa gerhana bulan itu (merupakan) peristiwa yang sebetulnya bersiklus, berulang, di mana kita bisa melihatnya, itu sudah sangat bisa diprediksi secara astronomi,” ujar Yatny Yulianty, peneliti di Observatorium Bosscha saat dihubungi Reporter Humas ITB pada Senin (24/5/2021).

2. Pada 2021 terjadi dua kali gerhana bulan
Tidak hanya 26 Mei 2021 gerhana bulan akan terjadi, diprediksi pada 19 November 2021, gerhana bulan sebagian (GBS) juga akan terjadi. Seperti diketahui, ada tiga jenis gerhana bulan yakni gerhana bulan total, sebagian, dan penumbra.

Astronom Bosscha, Agus Triono menjelaskan, gerhana bulan total terjadi ketika hanya sebagian saja bayangan bumi yang menutupi bulan. Sedangkan gerhana bulan penumbra sulit dilihat secara kasat mata karena tidak terlalu berbeda dengan bulan purnama.

“Terjadinya gerhana bulan tergantung pada konfigurasi bagaimana posisi bulan relatif terhadap bumi dan matahari atau posisi bumi relatif terhadap bulan dan matahari. Disebut (gerhana bulan) total kalau misalnya bayangan (inti) bumi (umbra) secara total menutupi bulan kalau kita lihat dari arah kita, dari sudut pandang kita,” jelas Agus.

baca juga

3. Bulan terlihat kemerahan karena dekat dengan bumi
Salah satu keistimewaan gerhana bulan total adalah momen keberadaan bulan yang sangat dekat dengan bumi, akibat orbit bulan ke bumi berbentuk elip, bukan lingkaran sempurna. Sehingga diprediksi bulan pada malam ini, sedikit lebih besar dan lebih terang daripada biasanya.

Oleh karena itu, saat memasuki fase gerhana bulan total masyarakat akan melihat perbedaan secara jelas termasuk saat bulan akan berwarna kemerahan, itulah kenapa gerhana ini disebut super blood moon.

4. Terjadi selama 2,5 tahun sekali
Setelah gerhana bulan total akan terakhir terjadi di Indonesia pada 2018 silam, ini karena fenomena ini terjadi dalam rentang waktu 2,5 tahun sekali.

Sedangkan tingkat kegelapan gerhana ditentukan menggunakan skala Danjon dengan rentang nilai 0 hingga 4. Gerhana yang sangat gelap memiliki skala Danjon 0.

“Nanti ketika gerhana bulan terjadi dengan asumsi cuaca memungkinkan, itu (warna) bulan akan menggelap. Jadi (bulan) purnama yang biasanya putih akan berubah menjadi gelap. Nah, gelapnya itu nanti bergantung pada kondisi atmosfer,” tutur Agus.

5. Kronologi gerhana bulan total
Bulan mulai memasuki fase gerhana (bulan memasuki bayangan umbra bumi) pada pukul 16.44 WIB nanti. Pada saat itu bulan belum terlihat di wilayah Indonesia bagian Barat karena masih di bawah ufuk, tetapi bulan sudah terbit di wilayah Indonesia bagian Timur.

Fase GBT terjadi pada pukul 18.11 WIB dan berlangsung selama 14 menit sehingga pada pukul 18.11 hingga 18.29 WIB bulan akan terlihat kemerahan. Gerhana bulan benar-benar berakhir pada pukul 20.49 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Lihat Gerhana Bulan Total di Ancol? Begini Caranya

Mau Lihat Gerhana Bulan Total di Ancol? Begini Caranya

Lifestyle | Rabu, 26 Mei 2021 | 10:46 WIB

Gerhana Bulan Total Malam Ini Bisa Disaksikan Langsung dengan Mata Telanjang

Gerhana Bulan Total Malam Ini Bisa Disaksikan Langsung dengan Mata Telanjang

Tekno | Rabu, 26 Mei 2021 | 11:00 WIB

Salat Gerhana Bulan Sendirian di Rumah Bolehkah? Ini Hukumnya

Salat Gerhana Bulan Sendirian di Rumah Bolehkah? Ini Hukumnya

Jakarta | Rabu, 26 Mei 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:43 WIB

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

×