alexametrics

Berkenalan dengan Flavr Savr, Tomat Transgenik yang Tidak Cepat Busuk

Risna Halidi
Berkenalan dengan Flavr Savr, Tomat Transgenik yang Tidak Cepat Busuk
Ilustrasi tomat. (Shutterstock)

Tomat tersebut merupakan hasilbioteknologi yang memiliki kuantitas dan kualitas pertanian yang baik.

Dengan teknologi juga, manusia juga dapat menghasilkan tanaman yang tahan hama serta cuaca ekstrim, dan juga memiliki produktivitas yang lebih tinggi.

Kualitas pangan dapat ditingkatkan salah satunya dengan menunda atau memperlambat proses pematangan buah sehingga tidak mudah busuk selama proses distribusi dan penyimpanan.

Selain itu, kualitas pangan juga dapat ditingkatkan dengan memperkaya kandungan nutrisi pada pangan tersebut. Salah satu contohnya adalah Golden Rice, yang merupakan beras yang telah disisipi gen dari bakteri sehingga dapat menghasilkan beta karoten. Beta karoten tersebut akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A ketika dikonsumsi.

Penerapan bioteknologi pada pertanian Indonesia berpeluang untuk meningkatkan keuntungan. Salah satu contoh adalah produksi ikan salmon oleh perusahaan bioteknologi di US, AquaBounty.

Baca Juga: Cobalah Konsumsi 5 Makanan Antiinflamasi Ini Tiap Hari, Lihat Efeknya!

Dengan menyisipkan gen dari salmon Chinook, perusahaan ini dapat menghasilkan salmon dengan ukuran 2 kali lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Tentunya, bila bioteknologi dapat diterapkan di Indonesia maka dapat mendorong budidaya perikanan.

Peran praktisi, peneliti, dan industri bioteknologi dalam membantu mewujudkan kedaulatan pangan sangat strategis dalam kaitannya dengan riset, pengembangan, dan penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika serta produk bioteknologi lainnya di Indonesia.

Komentar