alexametrics

Bangga! 5 Karya Seniman ISI Yogyakarta Dipajang di Shanghai

M. Reza Sulaiman
Bangga! 5 Karya Seniman ISI Yogyakarta Dipajang di Shanghai
Lima karya seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dipajang di pameran karya seni internasional di Shanghai.(Dok. KJRI Shanghai)

Kabar membanggakan datang dari dunia seni Indonesia. Lima karya seniman nstitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dipajang di pameran karya seni internasional di Shanghai.

Suara.com - Kabar membanggakan datang dari dunia seni Indonesia. Lima karya seniman nstitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dipajang di pameran karya seni internasional di Shanghai.

Konsul Jenderal RI di Shanghai Deny Kurnia, menyatakan kebanggaannya terhadap seniman ISI Yogyakarta yang karyanya ditampilkan di ajang pameran tahunan paling bergengsi di kota terkaya di China itu.

Menurut dia, lima karya tersebut memikat pihak Shanghai Arts Collection Museum (SACM) selaku penyelenggara "11th International Exhibition of Traditional Fine Arts" yang digelar mulai Kamis (10/6) tersebut.

Terdapat 150 karya seni dari 24 negara yang ditampilkan di mesuem seni terbesar di Shanghai itu.

Baca Juga: Dibuka Pekan Depan, Pesta Kesenian Bali Gandeng 10.000 Seniman

"Tidak hanya bangga, kami juga berharap hubungan persahabatan (Friendly Cities) yang telah terjalin erat antara Kota Yogyakarta dan Kota Shanghai dapat berlanjut dengan melibatkan institusi pendidikan dan seni," ujar Deny didampingi pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Shanghai Wandi Adriano.

Konjen juga mengapresiasi Garuda Indonesia di Yogyakarta dan Singapura yang membantu mengirimkan karya seni tersebut melalui penerbangan dari Yogyakarta ke Shanghai melalui Jakarta.

"Melalui partisipasi Indonesia pada acara tersebut diharapkan dapat memperkaya dan memperkuat branding Indonesia di kalangan pencinta seni warga Shanghai, sebagai jantung seni Tiongkok," ujar Konjen.

Dalam menggelar pameran tersebut, SACM menggandeng Shanghai Creative Industry untuk mendorong hubungan dan pertukaran antarkota di koridor Prakarsa Sabuk Jalan (BRI). [ANTARA]

Baca Juga: Jujur Mengkritik Presiden Sukarno, Seniman Bali Ini Awet Sebagai Sahabat

Komentar