Suara.com - Awal tahun 2026 merupakan awal tahun yang penuh dengan warna. Setelah perayaan Imlek yang berdekatan dengan dimulainya bulan Ramadhan beberapa waktu lalu, kini masyarakat sudah mulai menantikan Cap Go Meh. Tapi apakah Cap Go Meh 2026 libur atau tidak?
Cap Go Meh sendiri berakar dari tradisi peradaban Tiongkok kuno, yang diperkirakan sudah muncul sejak era Dinasti Han sekitar tahun 206 SM hingga 220. Ritual ini dilakukan murni sebagai bentuk upacara penghormatan sakral pada Dewa Thai Yi, namun berkembang dan semakin populer di kalangan masyarakat luas.
Perayaannya kemudian identik dengan Festival Lampion atau disebut dengan Yuan Xiao Jie, sebab pemasangan lampion indah dilakukan di berbagai penjuru dan sudut kota sebagai lambang datangnya harapan dan pencerahan.
Kapan Cap Go Meh 2026, Apakah Libur?
Mengacu pada kalender resmi pemerintah, Cap Go Meh tahun 2026 akan tiba pada hari Selasa, 3 Maret 2026 mendatang. Perhitungan in tepat lima belas hari setelah tahun baru Imlek 2577 Kongzili, yang dirayakan pada 17 Februari 2026 lalu.
Secara tradisi, datangnya Cap Go Meh memang dirayakan oleh banyak sekali orang di Indonesia, khususnya masyarakat keturunan Tionghoa. Namun demikian mengacu pada pengumuman resmi, pada tanggal 3 Maret 2026 bukanlah hari libur nasional, setidaknya sampai artikel ini ditulis pada Senin, 23 Februari 2026.
Meski demikian bukan berarti kemungkinan untuk adanya pengumuman libur nasional dari pemerintah tidak akan terjadi. Sebab beberapa waktu lalu pengumuman libur nasional pernah dilaksanakan secara mendadak pada hari besar keagamaan atau budaya yang lain.
Tradisi Perayaan Cap Go Meh di Indonesia
Di Indonesia sendiri, Cap Go Meh dirayakan sejak lama. Tidak praktis serupa dengan apa yang dilakukan di negeri Cina, namun adaptasi dan akulturasi budaya yang terjadi demikian kental sehingga memberikan sajian perayaan khas yang unik dan hangat.
Hampir di setiap wilayah di Indonesia melakukan perayaan dengan sentuhan budaya lokal, meski tetap mempertahankan identitas masyarakat Tionghoa sebagai salah satu etnis di Indonesia. Perayaan umumnya dilakukan dengan arak-arakan barongsai atau tarian naga yang senantiasa jadi tontonan dan favorit banyak orang karena atraktif.
Tarian khas ini dipercaya dapat mengusir energi negatif dan mendatangkan keberuntungan, sehingga tetap dilakukan hingga sekarang ini.
Baca Juga: Resmi! Cek Tanggal Merah Libur Panjang Sekolah Idul Fitri 2026, Berapa Hari Totalnya?
Beberapa daerah seperti misalnya di Singkawang, merayakannya dengan ritual Tatung yang mendebarkan ketika orang-orang terpilih ‘dirasuki’ oleh roh leluhur dan melakukan atraksi kebal senjata.
Atraksi lain juga bisa dilihat pada wilayah lain, seperti misalnya area Pecinan Glodok. Perayaan dilakukan dengan Kirab Budaya dan arak-arakan barongsai, liong, dan pertunjukan budaya Tionghoa yang meriah di area Glodok.
Di Manado, terdapat tradisi Pesiar Tapikong, yang dilakukan dengan arak-arakan patung Dewa Kim Sin dari berbagai kelenteng untuk mengelilingi kota. Tradisi ini dianggap sebagai pembawa keberuntungan dan pengusir kesialan untuk sepanjang tahun ke depan.
Cap Go Meh, Perayaan Budaya yang Tetap Relevan
Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak lama dan tetap dinantikan setiap tahunnya. Tidak sedikit yang sebenarnya bertanya mengapa perayaan budaya ini dapat tetap terasa relevan meski terus diadakan.
Hal ini bisa jadi karena setiap perayaan di Indonesia mengedepankan nilai toleransi dan keberagaman, yang diapresiasi oleh masyarakat luas. Setiap perayaan budaya, hari besar keagamaan, dan tradisi selalu menyimpan berbagai nilai unik yang menarik untuk masyarakat luas, sehingga apapun yang diselenggarakan, termasuk Cap Go Meh, selalu menjadi atraksi menarik untuk orang banyak.
Itu tadi sekilas penjelasan Cap Go Meh 2026 libur atau tidak yang bisa disampaikan di artikel ini, semoga menjadi bacaan yang berguna untuk Anda!
Kontributor : I Made Rendika Ardian