alexametrics

Gegara Pisau Cukur, Wajah Lelaki Ini Alami Kerusakan Seperti Begini

Bimo Aria Fundrika
Gegara Pisau Cukur, Wajah Lelaki Ini Alami Kerusakan Seperti Begini
Ilustrasi mencukur. (Shutterstock)

Kejadian itu bermula ketika ia tidak sengaja menggunakan pisau cukur teman serumahnya untuk mencukur beberapa janggut yang tidak sedap dipandang di dagu dan pipinya.

Suara.com - Ada sejumlah benda di rumah yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan orang lain. Pisau pencukur jenggot salah satunya.

Jika tetap masih ngotot untuk memakainya dengan orang lain, kasus yang terjadi pada lelaki asal California, Amerika Serikat ini bisa jadi contohnya. Ia mengalami kerusakan pada wajahnya akibat bakteri pemakan daging.

Kejadian itu pertama kali terungkap pada bulan April melalui serangkaian video TikTok yang viral. Tetapi lelaki itu itu belum membocorkan cerita lengkapnya sampai sekarang.

“Saya mendapatkan pustula dan luka yang dalam di dagu dan di sepanjang rahang saya,” Nick Holterman, dilansir dari NY Post.

Baca Juga: Kulitnya Terasa Lebih Lembut, Wanita Ini Pakai Darah Menstruasi untuk Masker Wajah

Kejadian itu bermula ketika ia tidak sengaja menggunakan pisau cukur teman serumahnya untuk mencukur beberapa janggut yang tidak sedap dipandang di dagu dan pipinya.

Ilustrasi perawatan kulit untuk lelaki. (sumber: Shutterstock).
Ilustrasi perawatan kulit untuk lelaki. (sumber: Shutterstock).

Beberapa hari kemudian, penduduk asli Los Angeles itu mulai menderita "infeksi saluran pernapasan atas yang sangat parah" sementara dagunya mengalami benjolan yang menyerupai "gigitan laba-laba".

Holterman segera bergegas menemui dokter umum, yang memberinya resep antibiotik. Sayangnya, obat-obatan itu tidak berpengaruh, dan kondisi asisten pribadi mulai memburuk lebih lanjut, dengan benjolan yang bertahan selama beberapa minggu.

Ketika lukanya "membesar", ia langsung lari ke pilihan kedua ke dokter, yang mengujinya untuk segala hal mulai dari Covid-19 hingga radang tenggorokan.

Hasilnya kembali negatif, di mana praktisi medis mendiagnosisnya dengan impetigo, infeksi kulit yang sangat menular, yang “disebabkan oleh staph [infeksi bakteri] yang resistan terhadap antibiotik atau strep yang resistan terhadap antibiotik.

Baca Juga: Innalilllahi Ibu Jaina Menderita Kanker Kulit, Benjolan Besar Tumbuh di Wajah

Meskipun umumnya tidak berbahaya, impetigo dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan bahkan selulitis yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak diobati, menurut Mayo Clinic.

Komentar