alexametrics

Sejarah Coca-Cola: Diciptakan Apoteker dan Sudah Ada Sejak Hindia Belanda

Rifan Aditya
Sejarah Coca-Cola: Diciptakan Apoteker dan Sudah Ada Sejak Hindia Belanda
Sejarah Coca-Cola: Diciptakan Apoteker dan Sudah Ada Sejak Hindia Belanda - Coca-cola (Pixabay/PIX1861)

Dilansir dari laman resminya coca-colacompany.com, berikut sejarah Coca-Cola yang semula diciptakan untuk obat.

Suara.com - Sejarah Coca-Cola menarik untuk diketahui setelah viralnya aksi Cristiano Ronaldo dan trending di Twitter baru-baru ini. Cristiano Ronaldo disebut membuat saham Coca-Cola anjlok Rp 57 triliun lantaran menggeser botol Coca-Cola dari mejanya. 

Kejadian ini terjadi saat Cristiano Ronaldo melakukan konferensi pers menjelang pertandingan Portugal melawan Hungaria di laga Grup F Euro 2020, pada Senin (14/6/2021). Tak hanya itu, Cristiano Ronaldo juga mengucap sebuah kalimat singkat "Minumlah air bukan Coke (Coca-Cola)" yang sontak jadi sorotan.

Padahal, Coca-cola menjadi salah satu sponsor ajang olahraga tahunan tersebut. Bahkan, Coca-cola juga termasuk merk minuman karbonasi asal Amerika Serikat yang mendunia. Lantas bagaimana sejarah Coca-Cola hingga bisa dikenal mancanegara? 

Dilansir dari laman resminya coca-colacompany.com, berikut sejarah Coca-Cola yang semula diciptakan untuk obat.

Baca Juga: Manfaat Coca-Cola: Pembersih Kloset hingga Pengendali Hama

Diciptakan oleh Apoteker AS

Coca-Cola diciptakan oleh seorang apoteker asal Amerika Serikat bernama John Stith Pemberton. Minuman berkarbonasi ini diciptakan dengan tujuan sebagai obat penghilang rasa sakit tanpa kandungan opium. 

Kala itu, John melakukan eksperimen untuk menemukan obat itu lantaran ia mengalami luka tembak saat jadi tentara dalam Perang Saudara di AS. Ia lantas membuat sirup dengan ekstrak anggur dan daun koka dalam jumlah terbatas yang disebut "Pemberton's French Wine Coca". Penggunaan daun koka akhirnya dihilangkan sepenuhnya.

Diluncurkan 1885

Pemberton French Wine Coca kemudian diluncurkan di Atlanta pada 1885 untuk mengatasi sakit kepala, kecanduan morfin, membantu mental, dan obat penguat saraf. Coca-Cola lantas berkembang di Atlanta pada 1886 setelah muncul larangan alkohol beredar di sana.

Baca Juga: Kocak, Aksi Babe Cabita Tiru Ronaldo Geser Minuman Coca-Cola

Pemberton lalu membuat formulasi akhir dengan menambahkan asam sitrat untuk melawan manisnya sirup yang menggunakan bahan dasar gula dan air biasa diganti dengan soda dalam penemuan terakhirnya. Namun sayang, John Stith Pemberton tidak pernah meraup keuntungan dari penemuannya itu.

Komentar